Bupati Bintan Jadi Tersangka Korupsi Barang Kena Cukai, Rugikan Negara Rp250 Miliar

  • 12 Agustus 2021 20:15 WITA
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/8/2021).

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Bintan, Apri Sujadi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan kader Partai Demokrat tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan tahun 2016 - 2018.

Perbuatan korupsinya tersebut dilakukan Apri bersama-sama dengan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan, Mohd Saleh Umar.
 

Apri dan Mohd Saleh ditetapkan statusnya sebagai tersangka sejak Februari 2021 setelah ditemukan buktu permulaan yang cukup.

"Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan data serta ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada bulan Februari 2021, dengan menetapkan dua tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/8/2021).

Dalam perkaranya, Apri diduga mendapatkan keuntungan sejumlah Rp6,3 miliar terkait pengaturan barang kena cukai berupa rokok dan minuman alkohol (minol) sejak tahun 2017 hingga 2018. Sedangkan Mohd Saleh, diduga menerima uang sejumlah Rp800 juta dari hasil tindak pidana korupsinya dengan Apri tersebut.

Perbuatan keduanya telah merugikan negara sekira Rp250 miliar. Oleh karenanya, KPK menyatakan Apri dan Mohd Saleh melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 30 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah diumumkan sebagai tersangka, KPK langsung menahan Apri dan Mohd Saleh. Apri ditahan oleh KPK di Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Sedangkan Mohd Saleh, dititipkan penahanannya di Rutan Kavling C1 Gedung ACLC, Jakarta Selatan.

Keduanya bakal menjalani masa penahanan pertamanya selama 20 hari kedepan terhitung sejak 12 Agustus 2021. Guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan KPK, maka keduanya akan dilakukan isolasi mandiri (isoman) terlebih dahulu di Gedung KPK Lama Kavling C1, Jakarta Selatan.

"Untuk kepentingan penyidikan, pada hari ini dilalukan upaya paksa penahanan oleh tim penyidik, masing-masing untuk selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 12 Agustus 2021 sampai dengan 31 Agustus 2021," kata Alexander.

 

(ads)



TAGS :

Komentar