Pemprov Papua Barat Libatkan DAP dalam Penanganan Covid-19

  • 17 Agustus 2021 11:36 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, MANOKWARI - Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat didaulat untuk mensosialisasikan kepada semua Masyarakat Adat Papua terkait ancaman bahaya Covid-19 dan pola penanganannya di Provinsi Papua Barat.

Ini setelah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua Barat dan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, Senin (16/8/2021) di Hotel Oriestom Bay kawasan Taman Ria, Manokwari, Papua Barat.

Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP, mengatakan, perjanjian kerjasama antara Badan Penanggulangan Bendaca Daerah Provinsi Papua Barat dan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat ini di pandang sangat penting.

Pertama, hal tersebut sesuai dengan tema DAP yakni "Selamatkan Manusia Tanah dan Sumber Daya Alam Papua.

"Sesuai dengan amanat statuta Dewan Adat Papua bahwa Dewan Adat Papua sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua, wajib melindungi dan menyelamatkan segenap masyarakat adat Papua dari bahaya apapun," ucapnya.

Saat ini kata Mananwir Paul Finsen Mayor, seluruh dunia dilanda ancaman bahaya Covid-19, termasuk Provinsi Papua Barat sebagai wilayah yang juga terkena dampak dari penyebaran Covid-19 ini.

"Maka, Dewan Adat Papua sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua memandang perlu untuk ikut serta dalam menyelamatkan masyarakat adat Papua," tuturnya.

Oleh karena itu lanjutnya, Dewan Adat Papua sebagai fasilitator dan mediator akan mengundang tokoh-tokoh Masyarakat Adat Papua di setiap Kabupaten dan Kota di Papua Barat untuk diberikan sosialisasi ancaman bahaya Covid-19 dan cara-cara penanganannya.

"Kami nantinya mensosialisasikan kepada masyarakat adat Papua, sehingga bisa mendapatkan informasi yang menyeluruh dan utuh dari Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di Papua Barat," bebernya.

Sehingga ucapnya, masyarakat adat Papua dapat memberikan masukan kepada pemerintah Provinsi Papua barat terkait apa yang selama mereka pikirkan terkait dengan pandemi Covid-19 di setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua Barat.

Ditambahkan, sosialisasi ini penting dikarenakan apabila ada Masyarakat Adat Papua yang memiliki penyakit bawaan maka akan diberikan surat keterangan dari rumah sakit atau dokter spesialis.

"Sehingga nanti tidak dilakukan vaksin sebab ada penyakit bawaan, kalau divaksin dikhawatirkan akan berdampak buruk," jelasnya.

Menurutnya, informasi seperti ini wajib hukumnya diperhatikan dan disosialisasikan kepada Masyarakat Adat Papua sebagai bentuk dari menyelamatkan manusia Papua. 

"Oleh sebab itu, atas nama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat kami mengapresiasi langkah dan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat ini, sehingga masyarakat adat Papua dapat memahami secara menyeluruh dan terpadu apa itu ancaman bahaya Covid-19 dan pola-pola penanganannya," pungkasnya.

 

(ag/lis)



TAGS :

Komentar