KPK Kembangkan Kasus Korupsi dan Gratifikasi di Lampung Utara

  • 18 Agustus 2021 16:20 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengembangkan kasus dugaan korupsi dan penerimaan sejumlah gratifikasi di Pemkab Lampung Utara. Pengembangan kasus tersebut sudah masuk ke proses penyidikan.

"KPK saat ini sedang melakukan kegiatan pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi turut serta terkait penerimaan Gratifikasi di Pemerintahan Kabupaten Lampung Utara," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (18/8/2021).

KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka terkait proses pengembangan perkara ini. Sayangnya, Ali masih belum bisa mengungkap secara detail kronologi pengembangan perkara serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Untuk kronologis kasus dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, KPK belum dapat mengumumkannya dan kami pastikan akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan dan atau penahanan terhadap tersangka," beber Ali.

Ali memastikan, pada waktunya nanti, KPK akan menyampaikan kepada masyarakat detail konstruksi perkara, alat bukti, serta pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya. Ia berjanji akan mengupdate setiap perkembangan kasus ini.

"Perkembangan informasi penanganan perkara ini akan terus kami informasikan lebih lanjut. KPK mengajak masyarakat untuk aktif turut mengawasi setiap prosesnya," kata dia.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menjerat eks Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara; eks Kadis PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbudin, paman Agung Ilmu Mangkunegara, Raden Syahril alias Ami; dan eks Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara Wan Hendri.

Agung dihukum selama 7 tahun dan denda sebesar Rp750 juta subsider 8 bulan kurungan. Ia juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sejumlah Rp74,6 miliar subsider 2 tahun penjara.

Wan Hendri dijatuhi pidana badan selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia juga dijatuhkan juga pidana tambahan membayar uang pengganti sejumlah Rp60 juta subsider 2 bulan.

Sementara, Syahbudin dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia juga dijatuhkan juga pidana tambahan kepada terpidana untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp2,3 miliar subsider 8 bulan.

Sedangkan, Raden Syahril dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan.

 

(ads)



TAGS :

Komentar