KPK Rampas Uang Pengganti Terpidana Kasus Korupsi Simulator SIM Rp88 Miliar

  • 18 Agustus 2021 17:00 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampas uang pengganti terpidana kasus korupsi terkait pengadaan alat simulator SIM Korlantas Polri, Budi Susanto sebesar Rp88.446.926.695.000 (Rp88 miliar). Uang itu nantinya akan disetorkan ke kas negara sebagai asset recovery.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan, Rp88 miliar itu terdiri dari sejumlah aset dan uang milik terpidana Budi Susanto. Adapun, aset Budi Susanto yang dirampas KPK untuk membayar uang pengganti yakni, dua unit rumah dan satu Mobil Kijang. Hal itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Jaksa eksekusi Nanang Suryadi dan Irman Yudiandri dalam rangka asset recovery hasil tindak pidana korupsi, telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1452 K/Pid.Sus/2014 tanggal 13 Oktober 2014 untuk terpidana Budi Susanto yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara Simulator SIM Korlantas Polri," kata Ali melalui pesan singkatnya, Rabu (18/8/2021).

Adapun, dua unit rumah milik Budi Susanto yang dirampas berada di Jalan Agung Karya V Blok A No. 15 Jakarta Utara. Berdasarkan Laporan Hasil Penilaian dari Tim Penilai KPKNL Jakarta III, rumah tersebut mempunyai harga wajar Rp56.745.558.000 (Rp56 miliar).

Kemudian, satu unit rumah di Jalan Gempol Sari, Kelurahan Cigondewah Kaler. Selanjutnya, satu unit rumah di Jalan Cigondewah Blok Cibiut. Berdasarkan Laporan Hasil Penilaian dari Tim Penilai KPKNL Bandung, dua unit rumah tersebut mempunyai harga wajar Rp28.411.084.000 (Rp28 miliar).

Selain dua unit rumah, KPK juga telah menerima pembayaran kekurangan uang pengganti sebesar Rp3,113.284.695 (Rp3 miliar). KPK juga berhasil melelang satu unit mobil kijang Innova V AT Diesel tahun 2012 seharga Rp177 juta. Sehingga, total hasil rampasan KPK milik terpidana Budi Susanto sebesar Rp88 miliar.

"Adapun nilai keseluruhan barang rampasan dan uang yang diserahkan terpidana tersebut sebesar Rp88. 269.926.695, ditambah dengan hasil lelang yang telah dilakukan berupa satu unit mobil untuk kemudian dikompensasikan sebagai pembayaran uang pengganti sejumlah Rp88.446.926.695.000," beber Ali.

"KPK terus berupaya optimal melakukan penagihan pembayaran uang pengganti kepada para Terpidana korupsi yang selanjutnya disetorkan ke kas negara untuk kepentingan umum," pungkasnya

 

(ads)



TAGS :

Komentar