BNPB Ajak Komunitas Perguruan Tinggi Berperan Aktif dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali

  • 19 Agustus 2021 15:55 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Bali yang didukung dengan nilai-nilai budaya diyakini dapat segera kembali pulih dari pandemi Covid-19. Kolaborasi pentaheliks, khususnya peran perguruan tinggi, menjadi akselerator pemulihan kehidupan masyarakat dengan semangat ‘Bali Bangkit’ dan ‘Bali Kembali.’

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., meyakini saat berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, perwakilan perguruan tinggi Bali, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) serta para relawan baik secara virtual maupun tatap muka. 
 

Ganip yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional menerangkan, sejak awal pandemi pada tahun lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak komunitas perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. 

"Kerjasama dengan perguruan tinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh dari kementerian dan lembaga terkait dalam program percontohan percepatan penanganan Covid-19, antara lain dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi," ucapnya, Kamis (19/8/2021) di Denpasar.

Dukungan konkret tersebut menurutnya diwujudkan dengan penyelenggaraan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang melibatkan ribuan mahasiswa di Bali dan program riset kebencanaan hasil proses seleksi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sebanyak 49 riset kebencanaan yang terpilih dalam proses itu akan memfokuskan pada kajian kebijakan strategis percepatan pemulihan dari pandemi dari semua aspek.

"Salah satu program besar yang saat ini sedang dan terus akan berjalan adalah kolaborasi riset kebencanaan yang melibatkkan 23 universitas dan KKN Tematik yang melibatkan tidak kurang dari 5.000 mahasiswa di Provinsi Bali," jelasnya.

Dirinya merasa bangga dan mengapresiasi pada komunitas perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam penanganan Covid-19, baik dalam bentuk riset kebencanaan dan keikutsertaan mahasiswa dalam program KKNT yang terjun langsung di tengah masyarakat. 

"Melalui riset penelitian ini, saya berharap seluruh peneliti dapat berkontribusi untuk menghasilkan produk keilmuan yang bernilai akademis tinggi seperti artikel penelitian, buku, kebijakan, dan produk inovatif tetapi applicable dalam penyelesaian permasalahan kebencanaan, khususnya pandemi Covid-19 di Provinsi Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya," paparnya.

Ganip berpesan bahwa kontribusi langsung mahasiswa dalam program KKNT dapat menjadi agen-agen perubahan dalam menuntaskan masalah-masalah sosial di masyarakat dengan dasar keilmuan dan ketertarikan mereka masing-masing.

Kolaborasi kementerian dan lembaga serta kerja keras masyarakat Bali yang sangat kental dengan nilai-nilai budaya ini diharapkan dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 sehingga kehidupan masyarakat cepat kembali pulih dan dan Bali sebagai tuan rumah dapat menyelenggarakan Global Platform for Disaster Risk Reduction yang akan digelar pada 2022 dan diikuti 193 negara. 

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Bali Dr. Ir. TJok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., menyampaikan terimakasih atas dukungan BNPB dan jajarannya dalam percepatan penanganan Covid-19.

Ia pun menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah bekerja keras, salah satunya upaya vaksinasi mencapai 100 persen lebih, bahkan untuk vaksinasi tahap kedua bagi masyarakat Bali. Pihaknya pun melibatkan secara aktif masyarakat adat dalam penanganan pandemi.

Sementara Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., menambahkan, di akhir pertemuan koordinasi Kepala BNPB memberikan penghargaan kepada perwakilan perguruan tinggi yang memfasilitasi dan ikut serta dalam program KKNT di wilayah Bali.

"Penyerahan sertifikat disaksikan Wakil Gubernur Bali, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, perwakilan perguruan tinggi maupun peserta yang hadir secara virtual," ucap Abdul Muhari.



TAGS :

Komentar