Kontak Senjata Terus Terjadi di Papua, JDP Dorong Pemerintah dan TPN PB Lakukan Dialog

  • 21 Agustus 2021 12:16 WITA
Deputy JDP di Papua Barat Yan Christian Warinussy

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MANOKWARI - Kontak senjata antara TNI dan atau Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) di sekitar Distrik Ilaga Utara dan Distrik Home Utara, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua terjadi sejak, Minggu (15/8/2021). hingga saat ini.

Peristiwa yang masih berlangsung hingga saat ini mengundang keprihatinan Jaringan Damai Papua (JDP).

Deputy JDP di Papua Barat Yan Christian Warinussy menerangkan, informasi dari kontak person JDP di wilayah tersebut bahwa akibat kontak senjata warga sipil di kedua distrik tersebut telah kembali mengungsi ke hutan di daerah Kabupaten Puncak sejak hari Minggu (15/8/2021) dan Jum'at (20/8/2021). 

"Hal mana sangat mengkhawatirkan bagi kami, karena tidak terdapat jaminan keamanan bagi para warga sipil yang sejatinya mesti mendapat perlindungan secara hukum," ucap Yan melalui pesan singkatnya Sabtu (21/8/2021).

Sebagai Juru Bicara JDP, dirinya menegaskan bahwa JDP senantiasa menyerukan dan mendesak Pemerintah Indonesia termasuk TNI/Polri dan juga TPN PB senantiasa memilih jalan damai melalui pendekatan dialog demi menyelesaikan konflik bersenjata dengan latar belakang politik, ekonomi, sosial yang sudah berlangsung cukup lama di Tanah Papua.

"Kami yakin pendekatan dialog bakal mampu menembus segenap perbedaan diantara para pihak yang bertikai, demi mengakhiri kekerasan melalui konflik bersenjata yang senantiasa berdampak pada pelanggaran hak asasi manusia, terutama warga sipil di Tanah Papua, termasuk di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua," tuturnya.

Ditambahkan, JDP ingin mengingatkan Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo dan jajaran pemerintahannya untuk mempertimbangkan pentingnya segera mengambil langkah konkrit yang bersifat holistik integral dan terukur demi mengakhiri konflik bersenjata di Tanah Papua melalui BBM pendekatan dialogis saat ini. 

Menurutnya, sebagai Juru Bicara JDP, ia bersama mantan Koordinator JDP alm. Pater Neles Tebay dan sejumlah tokoh pernah diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Merdeka, Jakarta pada tanggal 15 Agustus 2017.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi telah menyanggupi untuk memulai langkah pendekatan dialog dalam menyelesaikan konflik sosial politik di Tanah Papua.

Bahkan Presiden Jokowi telah menunjuk Pater Neles Tebay sebagai tokoh kunci dialog yang dibantu oleh Wiranto (mantan Menko Polhukam) dan Teten Masduki (mantan Kepala Kantor Staf Presiden/KSP).

"Menurut pandangan kami, kini Presiden Jokowi dihadapkan pada situasi penting yang menantang kebijakannya selaku kepala negara untuk menjaga integritas wilayah negara dan bangsa Indonesia dengan mengedepankan media dialog sebagai pilihan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang semakin jelas motifnya ke arah perebutan kepentingan dan akses pengelolaan sumber daya alam melimpah di Tanah Papua," pungkasnya.

 

(ag/lis)



TAGS :

Komentar