Bubarkan Acara Vaksinasi, Ketua DAP: Kinerja Kasat Pol PP Kota Sorong Layak Dievaluasi

  • 21 Agustus 2021 14:30 WITA
Ketua DAP Wilayah III Doberay/Papua Barat Mananwir Paul Finsen Mayor, saat bincang-bincang bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan
Males Baca?


MCWNEWS.COM, SORONG  - Masyarakat Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay Papua Barat mengecam keras tindakan Kasatpol PP Kota Sorong yang memaksa untuk membubarkan kegiatan vaksinasi dan pembagian dompet peduli UMKM yang berisi uang Rp300 ribu untuk ibu-ibu pedagang Papua di Kota Sorong.

Ketua DAP Wilayah III Doberay/Papua Barat Mananwir Paul Finsen Mayor menerangkan, pertama yang harus diperhatikan adalah kegiatan vaksinasi dan pembagian dompet peduli UMKM yang berisi Rp300 ribu sejatinya murni kegiatan kemanusiaan dan pembinaan UMKM untuk menstimulus dan mendorong pedagang mama Papua untuk tetap berjualan walaupun di masa pandemi Covid-19 di Papua Barat ini.

Selaku Tokoh Masyarakat Adat Papua kata Mananwir, dirinya juga turut diundang untuk menghadiri acara itu. Tujuannya agar melihat secara langsung bahwa ini adalah kegiatan kemanusiaan dan pembinaan UMKM untuk menstimulus pedagang mama-mama Papua.

"Padahal acara ini mendapatkan izin kegiatan dari Satgas Covid-19 Papua Barat, yang ditandatangani oleh Ketua Harian Satgas Covid-19 Papua Barat Derek Ampnir, S.Sos., MM.," ucapnya, Sabtu (21/8/2021).

Tindakan yang dilakukan oleh Kasatpol PP Kota Sorong menurutnya tidak etis. Ia pun lantas meminta Mendagri menegur keras Kasatpol PP Kota Sorong.

"Menurut pandangan kami, apa yang dilakukan oleh Kasatpol PP Kota Sorong adalah tindakan menghalangi agenda pemerintah pusat untuk menekan angka penularan Virus Corona atau Covid-19," tegasnya.

Pihaknya berharap kedepannya hal-hal seperti ini tidak sampai terjadi lagi dan Kasatpol PP Kota Sorong harus dievaluasi kinerjanya.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat atas sumbangan dompet peduli UMKM untuk menstimulus pedagang mama-mama Papua yang didalamnya terdapat uang tunai Rp 300 ribu," pungkasnya.

 

(lis/red)



TAGS :

Komentar