FK Unud Terjunkan Ratusan Mahasiswa Lakukan Tracing dan Testing Covid

  • 24 Agustus 2021 16:35 WITA
Dekan FK Unud Prof Dr dr I Ketut Suyasa, SpB, SpOT (K)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana (Unud) menurunkan mahasiswa dan tim dokter residen untuk melakukan tracing dan testing guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Bali. Mereka diterjunkan untuk membantu TNI dan Polri.

Dekan FK Unud Prof Dr dr I Ketut Suyasa, SpB, SpOT (K) menuturkan, mereka diperbantukan dan dikoordinasikan melalui Danrem 163/Wira Satya dan Dandim 1611/Badung.

"Untuk selanjutnya mereka disebar ke kecamatan-kecamatan bersama Danramil setempat untuk membantu pelaksanaan testing," terangnya, Selasa (24/8/2021).

Menurut Dekan FK Unud, tracing dan testing perlu dilakukan. Tujuannya bila sudah lebih awal ditemukan masyarakat yang terkonfirmasi kasus positif, maka bisa segera dilakukan isolasi terpusat (isoter).

"Tentu ini bisa mencegah penularan lebih lanjut. Sehingga perlu tindakan tegas, kalau tidak, penyebarannya tidak bisa segera diselesaikan," ungkapnya.

Saat ini lanjutnya, pola penanganan mulai bergeser yakni dari isolasi mandiri ke isolasi terpusat. Tujuannya untuk menghentikan penularan dengan melokalisir orang orang yang terkonfirmasi positif.

"Kadang-kadang pasien mengaku tanpa keluhan. Memang dengan varian delta ini pasien terlihat baik baik saja, namun setelah di swab ternyata positif," bebernya. 

Ditambahkan, sudah sangat benar apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali bersama TNI dan Polri yang turun guna mempercepat melakukan tracing dan testing.

Selama pelaksanaan tracing, kendala yang dihadapi yakni ada keluarga yang kontak ternyata diungsikan ke lokasi lain. Tentu hal ini akan menyulitkan petugas dan menjadi salah satu kendala di lapangan.

"Padahal adik-adik sudah melakukan usaha semaksimal mungkin untuk melakukan penelusuran bersama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas, termasuk juga teman-teman dari Puskesmas. Tentu sinergitas ini yang penting jika kolaborasi bagus tentu upaya ini bisa diselesaikan dengan baik," ucapnya.

Prof Dr dr I Ketut Suyasa, SpB, SpOT (K) menyatakan, secara keseluruhan hampir 200 orang yang terdiri dari mahasiswa dan tenaga kesehatan untuk melakukan tracing. Sedangkan dokter residen untuk testing sebanyak 120 orang. 

"Terkait tenaga kesehatan yang diperbantukan di setiap RS, kami siap mem-backup karena saat ini ada sebanyak 1.200 tenaga dokter residen yang kami miliki dan siap membantu," ujarnya.

Selain itu, FK Unud juga telah melakukan tele konsultasi atau telekonseling dengan menggandeng IDI cabang Denpasar. Materi yang diberikan biasanya terkait bagaimana solusi mandiri, kapan pasien harus datang ke rumah sakit, kemudian apa saja yang harus dilakukan selama isolasi mandiri.

"Sekarang pola isoman sudah digeser ke isoter tujuannya untuk mencegah penularan karena isoman belum tentu semua dari mereka disiplin. Tentu yang paling penting saat ini adalah tetap mengingatkan kepatuhan prokes seperti yang sebelumnya telah menanamkan dan menggemakan yakni pesan ibu. Karena ibu merupakan yang sangat berperan di lingkungan keluarga," pungkasnya.

 

(jk/ag)



TAGS :

Komentar