KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai Tersangka Suap Jual-beli Jabatan

  • 27 Agustus 2021 18:45 WITA
Deputi Penindakan KPK, Karyoto

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial (MSA) sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai.

Syahrial ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Yusmada (YM). Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak April 2021, sejalan dengan ditingkatkannya status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

"Setelah mengumpulkan berbagai bahan keterangan dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK selanjutnya melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan  yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan," Deputi Penindakan KPK, Karyoto saat menggelar konpers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/8/2021).

Dalam perkara ini, Syahrial diduga telah menerima uang sebesar Rp200 Juta dari Yusmada. Uang tersebut merupakan suap agar Yusmada terpilih sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai. KPK telah menyita uang Rp100 Juta yang diduga merupakan bagian dari suap Yusmada kepada Syahrial.

Atas perbuatannya tersebut, Yusmanda selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau  b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan M Syahrial selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

(ads)



TAGS :

Komentar