Pemerintah Diminta Beri Tunjangan Khusus kepada Nakes yang Terpapar Covid

  • 27 Agustus 2021 19:35 WITA
Ketua DPW Partai Bulan Bintang Provinsi Bali, Shalahuddin Jamil
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Angka kematian tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir meningkat drastis. Kondisi ini memprihatinkan banyak pihak apalagi nakes menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Ketua DPW Partai Bulan Bintang Provinsi Bali, Shalahuddin Jamil menerangkan, dibanding tahun 2020, kasus kematian nakes pada tahun 2021 di Indonesia naik drastis.

"Pada pertengah tahun 2021 tepatnya rilis pada 25 Juli 2021, tercatat sebanyak 1.511 kematian nakes di seluruh Indonesia. Angka ini melonjak dua kali lipat dari data per Desember 2020, di mana sebanyak 507 nakes yang gugur," ucap Shalahuddin melalui pesan singkatnya, Jumat (27/8/2021).

Politikus muda yang akrab dipangggil Bro Shalah ini menuturkan bahwa pemerintah harus secepatnya memperhatikan kondisi para nakes yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid.

Selain jangan sampai ada keterlambatan dalam pemberian insentif, dirinya juga mengusulkan adanya tambahan tunjangan kepada nakes. 

"Lonjakan angka kematin pada pertengahan tahun 2021 ini harus betul-betul dievaluasi pemerintah. Saya mengusulkan kepada Bapak Presiden Jokowi, beserta menteri terkait untuk adanya tambahan tunjangan khusus bagi nakes yang terpapar Covid-19 saat melaksanakan tugas dilapangan," tuturnya.

"Ini adalah bentuk kasih sayang kita kepada mereka, sekaligus bentuk kepedulian secara nyata agar mereka tetap semangat untuk bertugas kembali selepas sakit," sambung Shalahuddin. 

Dirinya lantas menuturkan bahwa KMK Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 Tentang Pemberian insentif dan santunan kematian bagi tenaga nakes hanya mengatur tentang nominal insentif, santunan kematian, serta mekanisme klaim.

Menurutnya, hal tersebut perlu adanya tambahan adanya tunjangan khusus bagi nakes yang terpapar Covid-19 saat melaksanakan pengabdian. 

"Saat ini saya sedang dirawat karena positif Covid di salah satu RSUD di Bali. Setelah saya banyak memperhatikan, pekerjaan nakes yang berjuang membantu pasien itu tidaklah mudah, sangat berat, dan beresiko sangat tinggi. Jujur saja saya sangat malu, tatkala kita berbicara bahwa nakes adalah pahlawan namun hanya slogan semata. Tidak ada yang spesial yang kita berikan selain tulisan semu. Seolah kita hanya memberi upah saat dia bekerja, dan santunan saat dia gugur. Saat dia sakit, seolah menjadi resiko biasa. Untuk itu saya sangat mendorong pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi mempertimbangkan apa yang kami usulkan," paparnya.

Dikatakan, berbagai pihak menyebutkan bahwa para nakes adalah garda terdepan peperangan melawan Covid-19, yakni dalam menyembuhkan dan menyelamatkan pasien. Padahal sejatinya individulah yang menjadi tameng pertama dengan prokes yang wajib dijalankan.

Lebih jauh menurut Shalahuddin, nakes yang terpapar bahkan sampai meninggal merupakan salah satu persoalan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 sebab sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat. 

Jumlah nakes otomatis berkurang sementara jumlah pasien yang terapapar Covid-19 terus meningkat. Semakin banyak penderita yang harus mendapatkan perawatan di RS membuat beban pekerjaan para nakes bertambah berat. 

"Hal inilah yang menjadi dasar adanya dorongan kepada pemerintah, agar betul-betul memperhatikan nakes yang berjuang dengan resiko yang sangat tinggi," tandasnya.

 

(ag/red)



TAGS :

Komentar