Jaringan Internet Menjadi Kendala Pembayaran Digital Non Tunai di Raja Ampat

  • 31 Agustus 2021 14:35 WITA
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo
Males Baca?


MCWNEWS.COM, WAISAI - Bank Indonesia (BI) saat ini sedang gencar-gencarnya menerapkan sistim pembayaran digital non tunai dengan memakai aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) untuk semua destinasi wisata di seluruh Indonesia.

Untuk Papua Barat khusus Kabupaten Raja Ampat, aplikasi QRIS telah diterapkan di semua hotel dan pelaku-pelaku wisata termasuk home stay. Hanya saja yang menjadi kendala saat ini adalah masalah jaringan.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/8/2021).

Menurut Yusdi, jaringan telekomunikasi atau internet merupakan salah satu faktor penentu untuk penggunaan aplikasi QRIS, apalagi Kabupaten Raja Ampat memiliki destinasi wisata yang tersebar di berbagai titik.

"Teman-teman ingat kegiatan BI beberapa waktu lalu di Gedung Pari. Ya, zoom meeting tadi merupakan lanjutan dari program BI beberapa waktu lalu dengan melibatkan semua pemangku kepentingan termasuk pihak Telkomsel, agar bagaimana aplikasi Qris ini bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Menurutnya, di wilayah Waisai mulai dari pelabuhan, bandara sampai di Sapokren belum terpasang kabel optik yang bisa memaksimalkan jaringan untuk penggunaan aplikasi QRIS.

"Kalau di Korpak Resort dan beberapa Resort lainya serta di laut jaringannya bagus, namin setelah di darat jaringan kurang bagus," tuturnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar