JDP Sampaikan Prihatin Atas Gugurnya 4 Prajurit TNI

  • 02 September 2021 13:10 WITA
juru bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy.

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, MANOKWARI - 4 prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) anggota Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor gugur, Kamis (2/9/2021) pagi. Gugurnya 4 prajurit TNI ini diduga akibat serangan bersenjata tajam oleh kelompok yang tidak dikenal.

Menurut salah satu laporan yang diduga bersumber dari lingkungan dalam TNI AD di Kodim 1809/Maybrat, prajurit yang gugur tersebut yakni Serda Amrosius, Praka Dirham dan Pratu Zul Ansari. Jenazahnya ditemukan di dalam ruang Posramil.

Sedangkan Komandan Posramil Kisor, Lettu Chb. Dirhan ditemukan tewas di antara semak di luar Posramil Kisor. Sementara seorang anggota TNI AD lain yaitu Sertu Yuliano mengalami luka berat. Sementara satu anggota TNI AD lain atas nama Pratu Ikbal dikabarkan hilang atau belum ditemukan jejaknya.

Dalam pesan yang beredar luas di WhatsApp, bahwa para korban diduga diserang kelompok separatis berkekuatan sekitar kurang lebih 50 orang.

"Kami menyampaikan keprihatian dan duka cita yang dalam atas gugurnya ke 4 prajurit TNI tersebut," ucap juru bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy.

{bbseparator}

Dikatakan, JDP belum memperoleh konfirmasi mengenai sebab musabab terjadinya penyerangan terhadap Posramil Kisor yang berdampak tewasnya Danposramil beserta 3 anggotanya tersebut serta seorang lainnya mengalami luka berat dan seorang lagi dinyatakan hilang.

Namun sebagai fasiltator bagi terbangunnya perdamaian di Tanah Papua, JDP menyerukan kepada Panglima TNI agar tidak secara cepat bereaksi untuk memerintahkan dilakukannya operasi militer dan operasi militer selain perang ke kawasan Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat tersebut.

"Adalah sangat bijak jika masalah ini diserahkan langkah penyelesaiannya secara hukum kepada Polisi Militer dibantu Polda Papua Barat. Karena diduga keras pelakunya berasal dari masyarakat sipil. Sehingga aspek penegakan hukum yang perlu dikedepankan dalam menyikapi persoalan insiden Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat," terangnya.

Ditambahkan, JDP mendesak agar dalam proses penyelidikan kasus tersebut juga melibatkan sebanyak mungkin otoritas pemerintahan sipil seperti Pemerintah Provinsi Papua Barat serta Pemerintah Kabupaten Maybrat maupun Pemerintah Kabupaten yang memiliki wilayah berbatasan dengan Kabupaten Maybrat seperti Pemerintah Kabupaten Bintuni dan Kabupaten Sorong Selatan.

"Sehingga upaya mengurai "benang kusut" dari kasus ini dapat segera dilakukan dengan baik dan damai dengan senantiasa menghormati prinsip supremasi hukum dan hak asasi manusia," tegasnya. (ag/lis)



TAGS :

Komentar