Rombongan ASN Penyuap Bupati Probolinggo 'Diseret' ke Kantor KPK

  • 04 September 2021 13:30 WITA
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Males Baca?

Diketahui sebelumnya, KPK telah melakukan pemeriksaan awal terhadap 17 ASN tersebut di Mapolres Probolinggo pada Jumat (3/9/2021), kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, rombongan ASN tersebut langsung diberangkatkan ke Jakarta menggunakan bus.


Adapun, 17 tersangka ASN tersebut yakni, Ali Wafa; Mawardi; Mashudi; Maliha; Mohammad Bambang; Masruhen; Abdul Wafi; Kho'im; Akhmad Saifullah; Jaelani; Uhar; Nurul Hadi; Nuruh Huda; Hasan; Sahir; Sugito; serta Samsuddin. Mereka tersangka pemberi suap.

Selain 17 ASN tersebut, KPK juga telah menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus jual beli jabatan di Probolinggo. Mereka adalah, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin yang merupakan Anggota DPR RI.

Kemudian, Camat Krejengan, Doddy Kurniawan; Camat Paiton, Muhammad Ridwan; serta Pejabat Kades Karangren, Sumarto. Total, ada 22 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari 22 tersangka tersebut, KPK baru menahan lima orang. Sedangkan 17 tersangka lainnya, belum dilakukan proses penahanan.
Dalam perkara ini, Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana diduga mematok harga sekira Rp20 juta ditambah upeti penyewaan tanah kas desa Rp5 juta per hektar, untuk jabatan kepala desa di Probolinggo.

Hasan dan Puput meminta uang suap dari para calon kepala desa melalui camat atau pejabat desa. KPK berhasil menyita uang Rp362,5 juta saat OTT yang diduga merupakan suap dari para calon kepala desa untuk Puput Tantriana dan Hasan. (ads)


Halaman :

TAGS :

Komentar