3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Situs Mansinam Bantah Terima Uang dari Terdakwa

  • 09 September 2021 19:20 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MANOKWARI - Sidang perkara tindak pidana korupsi dana pengelolaan Situs Mansinam Tahun Anggaran 2018 dan 2019 kembali dilanjutkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Kamis (9/9/2021).

Sidang dipimpin hakim ketua Sonny Alfian Blegoer Laoemoery, SH., dengan hakim anggota Rudi, SH., dan hakim anggota DR. Agus Kasiyanto, SH, MH., dan Panitera Pengganti Christian Tangketasik, SH.

Sidang yang dimulai sekitar jam 15:30 WIT beragenda pemeriksaan saksi tambahan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum Decyana Caprina, SH., dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari.

Ada 3 orang saksi yang diajukan JPU yakni masing-masing saksi Festus Rumadas, Yosua Christian Rumadas alias Udin, serta Ferdinan Rumbruren, S.Sos.

Sementara kedua terdakwa I yaitu Marthen P. Erari, SE, M.Si hadir dalam status sebagai tahanan kota didampingi penasihat hukumnya yakni advokat Demianus Waney, SH, MH.

Sedangkan Terdakwa II Pdt. Roberts Jeremia Nandotray, S.Th., hadir didampingi Penasihat Hukumnya Advokat Yan Christian Warinussy, SH.

Dalam sidang, saksi Festus Rumadas menerangkan bahwa dirinya duduk dalam kepengurusan Badan Pengelola Situs Mansinam sebagai Wakil Sekretaris I.

"Kami dilantik pada bulan Maret 2015 oleh Wakil Gubernur Papua Barat Ibu Irene Manibuy," terang saksi mengawali keterangannya. 
{bbseparator}

Di sana saksi kemudian diberi tugas oleh ketua umum Ir. Marthen Luther Rumadas untuk membuat daftar hadir dan mengkoordinir orang kerja di Pulau Mansinam dan saksi bertanggungjawab kepada ketua umum.

Saksi mengakui menerima honor Rp 1,5 juta setiap bulan dan honor tersebut namun tidak rutin. Bahkan terkadang dibayar dalam 3 hingga 6 bulan sekali.

"Biasanya kami terima honor dibayar oleh Pak Erari (Marthen P. Erari, red) dan dibayar di Kantor Badan Pengelola Situs di Pulau Mansinam," tambah saksi Festus Rumadas.

Saksi juga menambahkan bahwa semua honor dari warga masyarakat di Pulau Mansinam yang bekerja membersihkan dan merawat Situs Mansinam sudah dibayar oleh Badan Pengelola pada tahun 2017 dan tahun 2018.

Keterangan saksi Festus Rumadas ini diamini oleh saksi Yosua Christian Rumadas dan saksi Ferdinan Rumbruren yang menjelaskan bahwa semua warga dan orang yang bekerja di Situs Mansinam sudah menerima pembayaran dalam tahun anggaran 2017 dan 2018.

Pembayaran dilakukan oleh Terdakwa I Marthen P. Erari sebagai Bendahara Badan Pengelola Situs Mansinam.

Ketika ditanya oleh penasihat hukum Yan Christian Warinussy, apakah warga masyarakat di Pulau Mansinam saat ini masih bekerja merawat Situs Mansinam? Saksi Yosua Christian Rumadas mengatakan tidak.

{bbseparator}

"Sudah tidak ada yang kerja lagi bapak," jawab saksi Yosua Christian Rumadas.

Saksi Festus Rumadas juga sempat membantah ketika JPU Decyana Caprina menunjukkan barang bukti yang menerangkan bahwa saksi pernah menerima uang sejumlah Rp 30 juta dari Bendahara Badan Pengelola Situs Mansinam Marthen P. Erari dan diketahui Wakil Ketua II Pdt. Roberts Jeremia Nandotray, S.Th.

"Saya tidak pernah menerima uang tersebut dan itu bukan tanda tangan saya pada kuitansi berlogo Badan Pengelola Situs Mansinam," terang saksi Rumadas di hadapan Majelis Hakim.

Dalam sidang, kedua terdakwa juga kompak membantah bahwa tandatangan yang ada pada kolom nama adalah tandatangannya masing-masing.

"Ini bukan tanda tangan saya Yang Mulia Hakim," terang Terdakwa I Marthen P. Erari didampingi Penasihat Hukumnya Advokat Demianus Waney, SH, MH. 

"Ini juga bukan tanda tangan saya Yang Mulia," jelas Terdakwa II Pdt. Roberts Jeremia Nandotray, S.Th., di depan sidang kemarin.

Hakim Ketua Laoemoery kemudian meminta kedua terdakwa, Erari dan Nandotray membubuhkan contoh tandatangan mereka pada berkas barang bukti yang dikonfirmasi JPU kepada saksi Festus Rumadas. Saksi Rumadas juga diminta oleh hakim membubuhkan contoh tanda tangannya.

Sementara saksi Ferdinan Rumbruren saat ditanya oleh JPU apakah pernah mengetahui Badan Pengelola Situs Mansinam ada memiliki kapal bernama KM Imbaranseni. Saksi Rumbruren menjawab dirinya tidak mengetahui soal kapal tersebut.

Setelah mendengar keterangan saksi, majelis hakim menyatakan sidang akan dilanjutkan, Kamis (16/9/2021) dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan dari JPU. (ag/lis)



TAGS :

Komentar