CATATAN REDAKSI: Korupsi di Daerah Membuat Resah

  • 13 September 2021 20:50 WITA

Males Baca?


Belum lama ini, dua kepala daerah kembali terjerat kasus korupsi. Keduanya sama- sama dari Pulau Jawa, satu di Probolinggo, dan satunya lagi di Banjarnegara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Persoalan korupsi di daerah sebenarnya bukan hanya terjadi kali ini saja. Sudah banyak kepala daerah yang dinyatakan bersalah.

Mereka telah mendekam di penjara atas perbuatannya. Namun nyatanya, masih ada saja kepala daerah yang membuat resah karena bertindak rasuah.

Hukuman yang dijatuhkan pengadilan rupanya tak jadi pelajaran untuk para kepala daerah.

Satu terjerat, satunya lagi kembali berbuat. Modusnya juga masih sama. Kalau tak bermain proyek, ya bermain izin.

Intinya, perbuatannya dapat menjadi efek domino bagi masyarakat. Dalam setiap kesempatan, pimpinan, pejabat, hingga Juru Bicara KPK sudah kerap kali mengimbau para kepala daerah agar jauh-jauh dari kata korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Imbauan tinggal imbauan, karena faktanya, masih ada saja kepala daerah yang korupsi.

Pada konferensi pers penetapan Bupati Banjarnegara sebagai tersangka, Ketua KPK, Firli Bahuri kembali memberikan pesan antikorupsi terhadap para kepala daerah.

Kata Firli, tetaplah amanah untuk menjadi seorang kepala daerah. 
Ingat, jabatan hanya titipan. Sekecil apapun pejabat negara korupsi, ada hak rakyat di tiap-tiap uang yang kalian curi.

 

Oleh: Jeffry Karangan

Pemimpin Umum 



TAGS :

Komentar