Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Korupsi Gas Bumi, Kerugian Negara Rp400 Miliar

  • 17 September 2021 10:03 WITA
Alex Noerdin kenakan rompi pink tahanan KPK

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung RI (Kejagung) menetapkan mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin, sebagai tersangka. Anggota DPR RI tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatra Selatan tahun 2010-2019.

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan bahwa Alex Noerdin ketika menjabat sebagai Gubernur Sumatra Selatan pernah meminta alokasi gas bagian negara dari Badan Pengusahaan Minyak dan Gas (BP Migas) untuk PDPDE. Atas perbuatannya itu, kemudian negara dirugikan sekira Rp400 miliar.

"Bahwa tersangka AN (Alex Noerdin) selaku Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 dan periode 2013-2018 yang melakukan permintaan alokasi gas bagian negara dari BP Migas untuk PDPDE Sumsel," kata Leonard dalam keterangan resminya, Jumat (17/9/2021).

Lebih lanjut, kata Leonard, Politikus Golkar tersebut juga menyetujui kerja sama antara PT PDPDE Sumsel dengan PT Dika Karya Lintas Nusa atau DKLN. Kerja sama keduanya yakni dengan embentuk PDPDE Gas. Hal ini, bertujuan agar PDPDPE Sumsel mendapat alokasi gas bagian negara. 

"Bahwa tersangka AN menyetujui dilakukan kerjasama antara PDPDE Sumsel dengan PT. Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN) membentuk PT. PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PDPDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara," katanya.

Tak hanya Alex Noerdin, Kejagung juga menetapkan mantan Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang sebagai tersangka dalam kasus itu. Muddai merupakan Direktur PT. DKLN dan juga merangkap sebagai Komisaris Utama PT. PDPDE Gas serta menjabat sebagai Direktur PT. PDPDE Gas.

"Tersangka MM menerima pembayaran yang tidak sah berupa fee marketing dari PT. PDPDE Gas," ungkapnya.

Sebelum Alex Noerdin dan Muddai Madang, Kejagung telah lebih dulu menetapkan Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008 berinisial CISS dan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) sejak 2009 AYH, sebagai tersangka. AYH juga merangkap sebagai Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014.


Halaman :

TAGS :

Komentar