PMI Minta Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Pemberhentian 56 Pegawai KPK

  • 17 September 2021 21:50 WITA
Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI), M Adhiya Muzakki.

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - 56 orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan diberhentikan. Isu yang sempat trending di media sosial (medsos) ini turut ditanggapi Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI), M Adhiya Muzakki.

Menurutnya, pemberhentian seorang pegawai merupakan hal yang wajar dan biasa-biasa saja. Oleh karenanya ia mengaku heran dengan respon masyarakat yang berlebihan atas keputusan itu. 

"Pemberhentian pegawai itu hal biasa di sebuah instansi pemerintahan. Ada yang keluar, ada yang masuk. Itu sudah hukum alam," ujarnya saat diminta keterangan di Jakarta, Jumat (17/9/2021). 

Adhiya juga merasa heran dengan orang-orang yang membawa masalah ini ke meja Presiden. Padahal, sebagaimana dikatakan oleh Badan Kepegawaian Negara, Bima, 56 pegawai tersebut belum berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), sehingga pemberhentiannya menjadi wewenang pimpinan KPK. 
 

Baca juga:
KPK Periksa Tiga Anggota DPRD Mimika terkait Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi

"Seluruh pegawai tersebut akan diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021 nanti," ungkapnya.

Dirinya menilai jika orang-orang yang menganggap pemberhentian 56 pegawai KPK itu merupakan bentuk pelemahan terhadap KPK, maka hal itu merupakan kesalahan besar. 


Halaman :

TAGS :

Komentar