Gelar Rapat, PGGP PB dan Se Sorong Raya Serukan Perdamaian Bagi Maybrat

  • 18 September 2021 09:15 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, PAPUA BARAT  - Para Pimpinan Persekutuan Gereja-gereja Papua di Papua Barat (PGGP PB) bersama PGGP Kabupaten Sorong Selatan (yang juga meliputi Maybrat) Kabupaten Sorong, dan Kota Sorong serta Tim Pemantau Kemanusiaan untuk Kasus Maybrat menggelar rapat.

Mananwir Paul Finsen Mayor selaku  Ketua Tim Pemantau Kemanusiaan mengatakan, rapat digelar untuk menyerukan perdamaian bagi Maybrat.

"Dalam rapat yang dihadiri oleh pemimpin berbagai Dedominasi Gereja ini banyak hal yang dibahas terkait kondisi keamanan dan kemanusiaan warga jemaat yang masih ada di dalam hutan dan beberapa tempat pengungsian di Kabupaten Maybrat maupun di beberapa kabupaten tetangga," ucapnya, Jumat (17/9/2021) di Gereja GKI Bethel Malasilen di Kilometer 12 Masuk, Kota Sorong. 

Manawir yang juga sekaligus Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat menerangkan, Persekutuan Gereja-gereja Papu di Papua Barat sendiri membawahi 53 Dedominasi Gereja di Provinsi Papua Barat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua PGGP Provinsi Papua Barat yakni Pendeta Shierly Parinusa/S.S.Th yang juga adalah Inisiator berdiri Tim Pemantau Kemanusiaan.

Disebutkan, peserta yang hadir yaitu Pendeta Timotius Sagisolo S.Th selaku Ketua PGGP Kabupaten Sorong Selatan, Pendeta Daniel Purwono M.Th selaku Ketua PGGP Kabupaten Sorong, Pendeta Obed Nego Mauri M.Th selaku Ketua PGGP Kota Sorong, Pendeta Jimmy Kalimasa M.Th Sekretaris I PGGP Kota Sorong yang juga Sekretaris Wilayah GPDI Kota Sorong, sekaligus Sekretaris Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Sorong.


Halaman :

TAGS :

Komentar