Sidang Kasus Dugaan Korupsi di Situs Mansinam Ungkap Fakta Baru

  • 18 September 2021 13:25 WITA
Yan Christian Warinussy, SH

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MANOKWARI - Sidang perkara pidana dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengeloaan dana hibah Situs Mansinam Tahun Anggaran (TA) 2017 dan 2018 di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari kembali digelar.

Dalam lanjutan sidang yang menghadirkan terdakwa Marthen P Erari, SE, M.Si dan Roberts Jeremia Nandotray tersebut, terungkap fakta mengenai adanya barang bukti berupa satu bundel kuitansi tanda terima uang berkop Badan Pengelola Situs Mansinam. 
 

"Sebagai penasihat hukum terdakwa Roberts Jeremia Nandotray, kami melihat bahwa dalam bundel bukti tersebut terdapat nama terdakwa I Marthen P Erari dengan tanda tangan yang disangkalnya sendiri," kata Yan Christian Warinussy, SH, Sabtu (18/9/2021).

"Juga terdapat tanda tangan klien kami, terdakwa Nandotray yang juga disangkalnya," sambungnya.

{bbseparator}

Bahkan untuk memberi perbandingan majelis hakim yang diketuai Sonny Alfian Blegoer Laoemoery SH, terangnya, baik Nandotray maupun Marthen P Erari, masing-masing telah membubuhkan contoh tanda tangan mereka yang benar di hadapan majelis hakim pada sidang, Kamis (9/9/2021 lalu.

"Sehingga memunculkan pertanyaan terkait "misteri" tersebut, siapa sesungguhnya yang telah membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengelola Situs Mansinam. Termasuk siap sesungguhnya yang telah berani "meniru" tanda tangan kedua terdakwa (Erari dan Nandotray) di dalam bundel barang bukti tersebut," tegasnya.

Ditambahkan, sidang perkara ini akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi tambahan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (23/9/2021) mendatang.

"Kami berharap saksi Drs Nathaniel D Mandacan, saksi Abia Ullu dan saksi Suardi Thamal bisa membantu persidangan melalui keterangan mereka di depan persidangan yang mulia ini," tuturnya. (ag)



TAGS :

Komentar