Listrik Belum Normal, Anggota Dewan Kabupaten Teluk Bintuni Sentil PLN

  • 21 September 2021 19:15 WITA
Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hans Tatiorim

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, BINTUNI - Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hans Tatiorim memberi kritikan kepada pihak PLN wilayah Babo dan juga PLN Bintuni. Ini dikarenakan di daerah tersebut listrik belum nyala normal.

"Di Babo menggunakan sistem pra bayar isi pulsa dulu baru nyala, seharusnya PLN lihat itu, jangan masyarakat dirugikan kalau masyarakat tidak isi pulsa kan lampu tidak nyala," ucapnya saat rapat paripurna DPRD Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (21/9/2021).

Dikatakan, sebelumnya masyarakat sudah bertemu dengan manager PLN. Di sana muncul solusi oleh pihak PLN Babo dengan menyalakan lampu secara bergiliran.

Satu malam di arah bawah, satu malam di atas karena mesin yang ada di Babo tidak mampu kalau menggunakan mesin 250 kva, dikarenakan mesin 500 kva rusak.

"Kami sangat berharap kepada pihak PLN agar segera mendatangkan alat dari mesin itu secepatnya, masalahnya kan alat sedang dipesan," kata wakil rakyat dari Dapil II ini.

Kepada pimpinan PLN Bintuni, Hans mengakui belum pernah menyampaikan secara langsung terkait dengan persolan kerusakan mesin milik PLN Babo. Namun dalam waktu dekat dia akan berupaya menanyakan langsung kepada pimpinan PLN Bintuni.

"Kalau kepada managernya tidak, tapi kalau anak buahnya pernah saya sampaikan. Terus alasannya itu alatnya lagi di pesan. Saya sampaikan ke Ridwan Rahakbauw, dulu tugas di Babo sekarang sudah tugas di Bintuni," ujarnya.

Hans juga menyesalkan atas terjadinya pemadaman di Babo. Menurutnya, masyarakat sudah menjalankan kewajibannya dan seharusnya pihak PLN bertanggungjawab soal itu.

"Dalam waktu dekat saya akan mendatangi managernya dan menanyakan langsung kapan kira-kira alat itu datang. Hati-hati masyarakat punya hak untuk itu, pihak PLN bisa di kenakan sanksi undang-undang perlindungan konsumen," tuturnya.

"Untuk saat ini meskipun lampu menyala secara bergiliran di waktu malam, saya rasa masyarakat agak sedikit senang tapi bukan berarti masyarakat menerima dengan keadaan yang seperti ini, yang masyarakat inginkan itu normal. Lampu menyala 1x 24 jam secara normal," tegas Hans. (hs)



TAGS :

Komentar