Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka, Kali Ini terkait Korupsi Pembangunan Masjid

  • 22 September 2021 22:25 WITA
Mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin (Rompi merah)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Kali ini, Politikus Golkar tersebut terjerat kasus pemberian dana hibah dari dana APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 dan tahun 2017 Kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dalam Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

Alex ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan. Alex ditetapkan tersangka bersama-sama dengan mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Muddai Maddang, dan Laonma Pasindak Lumban Tobing selaku mantan Kepala BPKAD Sumsel. Atas perbuatannya, negara dirugikan sebesar Rp130 miliar.

"Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan tersangka terhadap tiga orang terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Dana Hibah Dari Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 Dan Tahun 2017 Kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang Dalam Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Leonard menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan Dana Hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, pada 2015 dengan menggunakan Dana APBD tahun 2015 menyalurkan dana hibah sebesar Rp 50 miliar. Kemudian, pada 2017 dengan menggunakan dana APBD tahun 2017 sebesar Rp80 miliar.

Lebih lanjut, sambungnya, penganggaran dana hibah tersebut ternyata tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana dalam Peraturan Perundang-undangan. Diantaranya, tidak didahului dengan pengajuan proposal dari pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya sebagai penerima Dana Hibah dan hanya berdasarkan Perintah AN selaku Gubernur Sumatera Selatan.

"Bahwa Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tersebut tidak beralamat di Palembang melainkan beralamatkan di Jakarta," papar Leonard.


Halaman :

TAGS :

Komentar