Terjaring OTT KPK, Bupati Kolaka Timur Jadi Tersangka Suap Dana Hibah BNPB

  • 22 September 2021 22:55 WITA
KPK Gelar Konpers Penetapan Tersangka Bupati Kolaka Timur

Males Baca?

Dari pemaparan itu, Anzarullah meminta kepada Andi Merya agar sejumlah proyek pekerjaan fisik yang bersumber dari dana hibah BNPB nantinya dikerjakan oleh orang-orang kepercayaannya dan pihak lain yang membantu mengurus agar dana hibah tersebut cair ke Pemkab Kolaka Timur. 

Tak hanya itu, Anzarullah juga meminta agar paket belanja jasa konsultansi perencanaan jembatan dua di Kecamatan Ueesi senilai Rp714 juta dan belanja jasa konsultansi perencaaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwoi senilai Rp175 juta, dikerjakan oleh dirinya.

"AMN menyetujui permintaan AZR tersebut dan sepakat akan memberikan fee kepada AMN sebesar 30%," sambungnya.

Selanjutnya, Andi Merya memerintahkan Anzarullah untuk berkoordinasi langsung dengan Dewa Made Ramawan selaku Kabag ULP agar memproses pekerjaan perencanaan lelang konsultan dan mengunggahnya ke LPSE. Sehingga, perusahaan milik Anzarullah atau grupnya dimenangkan serta ditunjuk menjadi konsultan perencana pekerjaan dua proyek tersebut.

Sebagai realisasi kesepakatan, Andi Merya diduga meminta uang sebesar Rp250 juta atas dua proyek pekerjaan yang akan didapatkan Anzarulalh tersebut.

"AZR kemudian menyerahkan uang sebesar Rp25 Juta lebih dahulu kepada AMN dan sisanya sebesar Rp225 juta sepakat akan diserahkan di rumah pribadi AMN di Kendari," bebernya. (ads)


Halaman :

TAGS :

Komentar