Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Mantan Sekda Buleleng Batal Ditahan karena Mendadak Sakit

  • 04 Oktober 2021 18:35 WITA

Males Baca?

Namun saat ditanya terkaitnya penyakit yang diderita DPK, Luga tidak bisa memberikan jawaban pasti.

"Dalam surat dokter dikatakan sakit dah harus istirahat, jadi sekali lagi saya katakan untuk hari ini belum bisa dilakukannya penahanan terhadap DKD," tegasnya. 

Kendati demikian Luga memastikan bahwa, penyidik masih bisa dilakukan penahanan terhadap DKP jika sudah dinyatakan sembuh.

"Tadi kan baru 14 pertanyaan, jadi masih ada kemungkinan penyidik memanggil tersangka untuk kembali diperiksa sebagai tersangka, dan ini akan kembali dijadwalkan," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan sekretaris daerah (Sekda) Buleleng inisial DKP akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Menarikannya, DKP ditetapkan sebagai tersangka bukan atas kasus sewa rumah jabatan (Rumjab) yang selama ini ramai diberitakan. 

Namun, sebagaimana disampaikan Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Hutama Wisnu di sela-sala acara pres rilis kinerja Kejati Bali dalam rangka Hari Bhakti Adhyasa ke-61 di aula Kejati Bali, Kamis (22/7/2021), DKP dijadikan tersangka atas kasus dugaan gratifikasi senilai Rp16 miliar. 

“DKP kami tetapkan tersangka sejak hari Jumat 16 Juli 2021 lalu, kita tetapkan DKP sebagai tersangka atas kasus dugaan gratifikasi,” ujar Hutama Wisnu dihadapkan wartawan kala itu. Sementara ditanya soal gratifikasi dalam perkara apa, Hutama Wisnu menjawab ada beberapa dugaan. 


Halaman :

TAGS :

Komentar