Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Mantan Sekda Buleleng Batal Ditahan karena Mendadak Sakit

  • 04 Oktober 2021 18:35 WITA

Males Baca?

Di antaranya adalah gratifikasi proyek penyediaan lahan untuk perusahaan LNG dan rencana pembangunan bandara di Buleleng.

"Ada beberapa dugaan gratifikasi yang diduga dilakukan oleh DKP, salah satunya adalah pembangunan bandara di Buleleng,” jawab Hutama Wisnu.

Wisnu juga mengungkap bahwa, sejatinya penyidikan terhadap kasus dugaan gratifikasi ini dilakukan bersamaan dengan kasus sewa rumah jabatan Sekda Buleleng.

“Jadi saat itu ada dua sprindik yang diterbitkan. Yang pertama untuk dugaan penyelewengan sewa Rumjab dan dugaan adanya gratifikasi ini,” tegas Wisnu. 

Akibat perbuatannya, DKP dijerat dengan Pasal 11 atau pasal 12 huruf (a), atau huruf (b), atau huruf (g), Undang-Undang R.I. No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran sewa Rumjab Sekda Buleleng, Hutama Wisnu menerangkan bahwa saat ini pihaknya sudah memeriksanya lebih dari 22 orang saksi dan juga beberapa ahli. 

“Kasus tetap jalan, dan saya ini kami telah memeriksa kurang lebih ada 22 orang saksi dan ahli,” pungkasnya. (eli)


Halaman :

TAGS :

Komentar