Gelapkan Uang Perusahaan Rp3 Miliar, Dua Wanita Diadili

  • 04 Oktober 2021 19:45 WITA

Males Baca?

Di mana sering terjadi selisih antara nominal yang tertera pada nota dengan fisiknya. Saksi Komang Onik bersama Ni Putu Desi Yuliantari kemudian menuju gudang untuk melakukan pengecekan, Senin (27/7/2020).

Di sana saksi akhirnya mengetahui bahwa data yang diinput pada system tidak sesuai dengan nota penjualan. Sebagai contoh pada nota penjualan tertera jumlah besi yang terjual sebanyak 10 biji, namun yang dinput pada system hanya 4 biji, begitu yang dilakukan seterusnya.

Selanjutnnya saksi Komang Onik  Putriani bersama Ni  Putu Desi Yuliantari mengumpulkan data yang ada dan mengeprint data yang diinput pada system untuk dilaporkan kepada pemilik  I Nyoman Cenik Suranta.

Dari data yang terkumpul, kedua terdakwa diketahui telah mengambil sebagian uang penjualan besi baja Toko Wiswa Karya (WK) sejak Maret 2015 sampai dengan Juli 2020.

"Bahwa berdasarkan laporan auditor independen tanggal 23 Agustus 2021, penyimpangan yang dilakukan terdakwa telah menyebabkan kerugian keuangan Toko WK sejumlah Rp3.192.951.310," jelas jaksa.

Jaksa dari Kejati Bali ini menyatakan perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diiancam pidana dalam Pasal 374 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam dakwaan pertama.

Juga perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo Pasal  55 ayat (1) ke 1 KUHP pada dakwaan kedua. (eli)


Halaman :

TAGS :

Komentar