KPK Butuh Data dari Novel Baswedan untuk Usut Bekingan Azis Syamsuddin

  • 07 Oktober 2021 10:14 WITA
Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menekankan bahwa pihaknya membutuhkan data-data dari mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, untuk mengusut siapa saja oknum yang diduga menjadi bekingan atau tangan kanan Azis Syamsuddin di lembaga antirasuah.

Dijelaskan Ali, laporan disertai bukti-bukti, dibutuhkan KPK untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan koridor dan fakta-fakta hukum. Sehingga, fakta yang terungkap di persidangan soal adanya dugaan delapan bekingan Azis Syamsuddin di KPK bisa ditindaklanjuti sesuai dengan bukti-bukti yang cukup.

"KPK sebagai lembaga penegak hukum tentu melaksanakan tugasnya sesuai fakta-fakta hukum. Bukan sekedar misalnya fakta persidangan dari keterangan satu seorang saksi saja apalagi hanya sekedar opini tanpa bukti dukung yang valid," kata Ali melalui pesan singkatnya, Kamis (7/10/2021).

Ali meyakinkan bahwa pihaknya tidak berdiam diri dalam menindaklanjuti fakta persidangan soal adanya bekingan Azis Syamsuddin di KPK. Kata Ali, penyidik bakal mengonfirmasi fakta persidangan tersebut kepada sejumlah saksi lainnya.

{bbseparator}

"Kami pastikan tim akan mengkonfirmasinya dengan keterangan lain agar menjadi bangunan fakta hukum yang valid. Sehingga kita bisa menyimpulkan ada tidaknya dugaan tersebut," beber Ali.

"Maka jika ada pihak-pihak yang mengetahui informasi ini, sebaiknya menyampaikan kepada Dewas KPK dan kami pastikan akan menindaklanjutinya. Data awal yang valid sangat kami butuhkan agar laporan tersebut tidak sekadar tuduhan yang tak berdasar," imbuhnya.

Ali mengaku kuatir jika delapan bekingan Azis Syamsuddin di KPK ternyata hanya isapan jempol belaka atau opini seseorang. Oleh karenanya, KPK membutuhkan bukti akurat dan valid soal oknum pegawai yang diduga menjadi beking Azis Syamsuddin.

"Sebagai negara hukum, mari kita bertindak sesuai koridor hukum. Menghormati dan mendudukkan prinsip hukum dengan menjunjung tinggi fakta-fakta hukumnya. Bukan dengungan opini yang tak disertai bukti," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin disebut mempunyai delapan 'orang dalam' di lembaga antirasuah. Sebanyak delapan orang yang diduga bekingan tersebut, disebut bertugas untuk mengamankan perkara yang berkaitan dengan Azis Syamsuddin.

{bbseparator}

Hal itu terungkap setelah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekda nonaktif Tanjungbalai, Yusmada, dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dengan terdakwa Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 4 Oktober 2021.

"BAP Nomor 19, paragraf 2, saudara menerangkan bahwa M. Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta," ujar jaksa KPK di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

"M. Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya 8 orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis, OTT atau amankan perkara. Salah satunya Robin," imbuhnya.

BAP yang dibacakan jaksa tersebut merupakan percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota non-aktif Tanjungbalai, M Syahrial. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Tanjungbalai. (ads)



TAGS :

Komentar