Soal Keterlambatan Konsumsi PON, Ini Kata Pangan Sari Utama

  • 08 Oktober 2021 05:31 WITA
Pihak PT. Pangan Sari Utama dan Sub PB PON Kab. Jayapura saat menggelar jumpa pers di Sentani

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Menyoal sering dikeluhkannya konsumsi para atlit, official, Panpel dan unsur SDM penunjang PON XX Papua, penyedia konsumsi PON Papua Cluster Kabupaten Jayapura dan Mimika, PT. Pangan Sari Utama angkat bicara.

Project Direktur PT. Pangan Sari Utama, Erwin Sudarmin kepada awak media di Jayapura menepis bahwa konsumsi yang disediakan tidak layak atau kurang gizi termasuk adanya keterlambatan distribusi.

"Untuk keterlambatan, jadi kita ini bekerjasama dengan kathering atau vendor-vendor penyangga. Jumlahnya ada 28 vendor. Jadi merek bekerjasama dengan kita untuk mensuplay kebutuhan setiap harinya, baik bagi atlit, official, dan juga SDM pendukung. Keterlambatan terjadi seperti ada satu kasus ikan yang beberapa atlit setelah mengkonumsi gatal-gatal, akhirnya kita tarik semua, ada 1.750 pac dan ini berdampak keterlamabatan saat itu," ungkap Erwin kepada awak media di Sentani, Kamis (8/10/2021) malam.

Sementara, soal gizi, Erwin menjelaskan jika semua jenis makanan dalam menu tiap pagi siang dan malam sudah ditentukan oleh panitia PB PON. Pihaknya tinggal mengikuti dengan melibatkan ahli-ahli pangan yang memiliki lisensi.

"Untuk gizi, semua makanan sudah ditetapkan oleh PB PON, dan berbeda-beda setiap atlit. Misalkan atlit tinju, atlit sepak bola itu berbeda-beda dari segi kalori dan protein. Untuk atlit ada 3 lauk sementara SDM ada 2 lauk. Dan ada atlit yang meminta kuah, itu aturan PB PON tidak boleh ada kuah, karena untuk meminimalis resiko untuk semua. Baik dai segi kesehatan mapun efisiensi. Banyangin kalau itu kiah didalam pac lalu tumpah kuahnya, maka hancur semua makannya. Dan lagi akan ada bakteri jika salah penanganan dan tentu ini membahayakan atlit," jelasnya.

"Untuk gizi kita mengacu pada ketetapan PB PON, dan kita tinggal menjalankan,"tambahnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar