Prof Nizam Hadiri Bincang MBKM yang Digelar Universitas Udayana

  • 09 Oktober 2021 19:50 WITA

Males Baca?

"Sampai saat ini, Unud mempunyai peserta MBKM sebanyak 1.168 mahasiswa, termasuk di antaranya mahasiswa yang ikut transfer kredit dalam negeri 69 orang dan program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) 14 orang seperti di Amerika, Jepang, Jerman, dan negara Eropa lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sesuai yang ditargetkan, nantinya 30 persen mahasiswa ikut program MBKM. Kendala di Unud, adalah belum direkognisinya program KKN tematik dan program lain yang tidak dikelola Belmawa. 

"Dekan dengan Kaprodinya mengelola magang di industri dengan asosiasi atau mitra mereka di luar. Ini jumlahnya sangat besar. Bagaimana ini bisa direkognisi agar mendapat pengakuan dari Kementerian, sehingga bisa dihitung menjadi program MBKM," tuturnya.

Sementara itu, Prof. Nizam dalam pemaparannya mengatakan, dunia industri lajunya sangat cepat, dan saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0. Kurikulum pendidikan selalu tertinggal dengan dinamika dunia kerja.

Akibatnya, lulusan perguruan tinggi mesti banyak belajar lagi ketika telah memasuki dunia kerja karena kompetensi yang dimilikinya tidak relevan dengan kebutuhan dunia industri.

"Supaya relevan, dunia pendidikan dan dunia kerja harus bergandengan tangan. Caranya adalah menyetarakan pengalaman dunia kerja dengan mata kuliah, dengan MBKM ini," bebernya.


Halaman :

TAGS :

Komentar