Sidang Kasus Korupsi Hibah Situs Mansinam Digelar, Ahli Ungkap Ini

  • 14 Oktober 2021 19:20 WITA
Dari kiri Advokat Thresje Juliantty Gasperzs, Terdakwa Marthen.P.Erari, Terdakwa Roberts Jeremia Nandotray, dan Advokat Yan Christian Warinussy seusai sidang di ruang Cakra PN Manokwari, Kamis, 14/10/2021)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MANOKWARI - Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana hibah Pengelolaan Situs Injil Mansinam Tahun Anggaran 2017 dan 2018 dengan terdakwa Marthen P Erari dan Roberts Jeremia Nandotray kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Manokwari Kelas I B, Kamis (14/10/2021). 

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Sonny Alfian Blegoer Laoemoery tersebut beragendakan keterangan ahli Lalu Fadlurrahman dari Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat. 
Baca juga:
Kunker ke Papua Barat, Wapres Bahas Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ahli ini adalah sebagai auditor ahli yang telah melakukan perhitungan kerugian negara dalam proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Provinsi Papua Barat untuk Badan Pengelola Situs Mansinam Objek Sejarah Injil di Tanah Papua Tahun Anggaran 2017 dengan nilai sejumlah Rp5 miliar.

Ahli ini dimintai keterangannya oleh penyidik sehubungan dengan adanya Laporan Polisi Nomor : LP/152/VII/2019/SPKT/Papua Barat, tanggal 18 Juli 2019. 

Dalam keterangannya di depan sidang, ahli Lalu Fadlurrahman mengatakan bahwa dirinya melakukan audit terhadap adanya kerugiaan negara dalam pengelolaan dana hibah Provinsi Papua Barat untuk Badan Pengelola Situs Mansinam Objek Sejarah Injil di Tanah Papua Tahun Anggaran 2017 adalah atas permintaan penyidik Polda Papua Barat.

"Kami menganalisa dan melakukan audit berdasarkan dokumen-dokumen yang diberikan oleh penyidik Polda Papua Barat, termasuk berita acara pemeriksaan para saksi dan para terdakwa, yaitu terdakwa Marthen P Eraru dan terdakwa Roberts Jeremia Nandotray," terang Ahli saat ditanya oleh Hakim Anggota Rudi, SH. 


Halaman :

TAGS :

Komentar