Bupati Harap Pengembangan KIT di Teluk Bintuni Mulai Dibangun pada 2024

  • 15 Oktober 2021 10:38 WITA
Bupati Teluk Bintuni bersama rombongan tiga Kementerian tiba di dermaga Jetty Kampung Onar, Kamis (14/10/2021)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT mengatakan bahwa pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Teluk Bintuni yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk persebaran pertumbuhan ekonomi harus sudah mulai dibangun sebelum tahun 2024.

"Harapan kami dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, karena sudah menjadi kebijakan strategis proyek strategis nasional apalagi lokasi di tanah Papua sebagai ujung dari wilayah NKRI dalam rangka persebaran pertumbuhan ekonomi harus jalan, kita mendukung kebijakan Bapak Presiden," ucapnya di Kampung Onar, Distrik Sumuri, Kamis (14/10/2021).

Oleh karena itu, Pemkab Teluk Bintuni tidak henti-hentinya berusaha mencari segala cara solusi agar proyek ini bisa jalan. Untuk tanah yang menjadi prasyarat utama pembangunan juga sudah diserahkan secara simbolis oleh masyarakat adat pemilik ulayat.

"Tugas kita adalah melepaskan hak ulayat itu menjadi hak, yang kemudian digunakan untuk industri. Kita harus cepat karena proyek ini ada di dalam kebijakan Bapak Presiden Jokowi. Maka sebelum beliau berakhir masa jabatan tahun 2024, proyek ini harus sudah dibangun agar Bapak Jokowi tidak meniggalkan hutang lagi kepada bangsa ini," kata bupati.

Ditambahkan, untuk proses legalitas Pemkab Teluk Bintuni akan membentuk koordinasi terakhir pembiayaannya, apakah nanti pembiayaan berasal dari APBN atau APBD.

"Dulu tahun 2019 kita sudah mengalokasikan tapi karena tidak berjalan dana itu sudah di kembalikan ke kas negara, kita akan aloksikan lagi," ujarnya.

Dikatakan, sesuai petunjuk dari pemerintah pusat harus diselesaikan oleh Kabupaten Teluk Bintuni untuk tahapan seluas 50 hektar. Oleh karenanya, Pemkab Bintuni akan duduk bersama dengan DPR untuk bisa dialokasikan.

"Karena ini penting bagi kita, ini juga aset kita ke depan untuk kita juga punya nilai tawar kepada industri, kalau tidak kita jadi penonton," jelasnya. (hs)



TAGS :

Komentar