Oknum Jenderal Bintang Satu dan Pegawai BUMN Dipolisikan

  • 16 Oktober 2021 04:44 WITA
Tim hukum dari Kantor RnB Law Firm Melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman dan pemerasan di Polda Bali.

Males Baca?

Dalam Akta pengakuan hutang, Nyoman Sutara diberikan waktu pengembalian selama 3 bulan terhitung dari bulan pencairkan uang. Karena kondisi perekonomian di Bali belum sepenuhnya normal, dikarenakan Covid-19 dan Bali masih dalam kondisi penutupan untuk pariwisata, maka terjadilah keterlambatan pengembalian hutang. 

"Jaminan dari pinjaman itu adalah tanah milik Made Wirawan (pelapor) seluas 500 meter persegi, berlokasi di Seminyak," bebernya sembari kembali menjelaskan setelah jatuh tempo Nyoman Sutara belum bisa melunasi utang tersebut. 

Akibatnya SHM milik  Made Wirawan diambil AL. Karena tak kunjung lunas, IW dan AL memaksa Made Wirawan datang ke Bali awal Mei 2021. Dengan itikad baik, Made Wirawan menemui IW dan AL di salah satu penginapan di Legian.

"Dalam pertemuan tersebut, Made Wirawan di ancam akan dibunuh dengam cara ditenggelamkan didalam kolam oleh IW apabila tidak menuruti untuk menandatangani suatu perjanjian pembayaran tambahan di luar Akta Pengakuan Hutang yang sebelumnya," sambung Redy Nobel. 


Halaman :

TAGS :

Komentar