Diduga Terima Gratifikasi Rp16 Miliar, Mantan Sekda Buleleng Dikerangkeng

  • 18 Oktober 2021 14:25 WITA
Tersangka Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka (DKP) saat akan dibawa ke Rutan Kerobokan, Senin, (18/10/2021)

Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka (DKP) akhirnya resmi dijebloskan di Rutan Kerobokan, Denpasar sejak, Senin (18/10/2021).

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A. Luga Herlianto membenarkan terkait penahanan terhadap tersangka DKP.

"Hari ini penyidik memutuskan untuk menahan DKP selama 20 hari ke depan," ujar pejabat yang akrab disapa Luga, Senin (18/10/2021). 

Luga menerangkan, tersangka DKP ditahan karena diduga menerima gratifikasi atau menerima uang dari tiga proyek bersar di Buleleng, yaitu proyek pembangunan Bandara Bali Utara, pengurusan izin pembangunan terminal penerima LNG dan penyewaan lahan tanah di Desa Iye Sani dengan nilai total penerimaan adalah Rp16 miliar. 

Diketahui, tim penyidik pidana khusus (pidsus) Kejati Bali sejatinya telah memutuskan untuk membawa mantan Sekda Buleleng masa bhakti 2014-2020 ke penjara pada, Senin (4/10/2021) lalu.

Tapi karena saat itu DKP mendadak sakit, penyidik pun akhirnya batal membawa DKP ke Rutan. 

Luga menjelaskan, akibat perbuatannya, tersangka DKP dijerat dengan Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e atau huruf a atau huruf b atau huruf g UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU NO 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 


Halaman :

TAGS :

Komentar