Diduga Terima Gratifikasi Rp16 Miliar, Mantan Sekda Buleleng Dikerangkeng

  • 18 Oktober 2021 14:25 WITA
Tersangka Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka (DKP) saat akan dibawa ke Rutan Kerobokan, Senin, (18/10/2021)

Males Baca?

"Selain itu, DKP juga dijerat Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yaitu sebagaimana diatur dalam Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,' terang Luga di Kejati Bali. 

Dikatakannya lagi, tersangka DKP datang ke Kejaksaan dan menemui penyidik sekitar pukul 10.00 WITA  didampingi oleh penasihat hukumnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik, DKP lalu diperiksa oleh tim medis dan nyatakan sehat. 

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan termasuk tes Covid-19 (antigen), yang  bersangkutan (DKP) dinyatakan sehat sehingga tim penyidik menggunakan kewenangannya untuk melakukan penahanan Rutan," terang manjan Kacabjari Nusa Penida ini. 

Ditanya soal alasan penahan terhadap DKP, Luga menjawab, sebagaimana dalam Pasal 21 KUHAP diatur, ada kewenangan penyidik untuk melakukan penanahan dengan beberapa syarat atau alasan. 

Yaitu syarat atau alasan yang bersifat obyektif yang tentunya pasal-pasal yang menjerat tersangka adalah pasal atau tidak pidana yang bisa dilakukan penahan terhadap tersangka.

"Kemudian syarat subyektif yang menyebut ada kekawatiran tersangka melarikan diri menghilangkan, barang bukti, dan melakukan perbuatan yang sama," jawab Luga. 


Halaman :

TAGS :

Komentar