Bersaksi dalam Sidang Korupsi Pengadaan Benih Jagung, Maria Ungkap Ini

  • 22 Oktober 2021 15:10 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, MATARAM - Pemenuhan stok benih jagung pengganti yang rusak karena berjamur dari pihak perusahaan penyedia barang PT Sinta Agro Mandiri (SAM) ditengarai tanpa dibekali dengan adanya penyusunan adendum (surat perjanjian) baru.

Pernyataan tersebut terungkap dari kesaksian Maria Ambar Triastuti, mantan petugas lapangan dan administrasi PT SAM dalam sidang korupsi pengadaan benih jagung hibrida varietas balitbang tahun anggaran 2017 di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, Kamis (21/10/2021).

"Kami pernah tanyakan soal adendum baru apakah perlu dilakukan, tetapi tidak ada respon atau tanggapan pihak dinas,” kata Maria ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Mataram yang dipimpin I Ketut Somanasa.

Adendum baru tersebut tidak mendapat tanggapan dari dua terdakwa yakni Husnul Fauzi selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, serta pejabat pembuat komitmen (PPK) Ida Wayan Wikanaya.

Isi adendum baru yang merupakan tindak lanjut dari pengembalian benih jagung yang rusak oleh petani tersebut terkait penggantian varietas maupun perpanjangan masa kontrak pengadaan.

"Seharusnya kalau kami tidak selesaikan sesuai kontrak, kami dikenakan denda, tetapi ini tidak ada, begitu juga dengan surat teguran. Alasannya karena waktunya mepet,” terangnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar