Bersaksi dalam Sidang Korupsi Pengadaan Benih Jagung, Maria Ungkap Ini

  • 22 Oktober 2021 15:10 WITA

Males Baca?

Sementara kesepakatan terkait teknis pemenuhan stok benih jagung yang rusak karena berjamur itu kata Maria, hanya disampaikan secara lisan dalam rapat pertemuan pada 9 Desember 2021 di Kantor Distanbun NTB.

"Dalam rapat itu hadir Kadis, PPK, Syafriadi (Kabid Tanaman Pangan Distanbun NTB), Kadis dari kabupaten/kota, ada juga beberapa orang dinas yang tidak saya kenal,” tuturnya.

Dari rapat pertemuan itu PT SAM diarahkan untuk mengambil benih jagung di PT Wahana Banu Sejahtera (WBS). Jumlahnya mencapai 217 ton.

“Untuk varietasnya apa, saya tidak cek, karena tidak ada dibahas dalam rapat pertemuan 9 Desember itu, saya fokus pada jumlah saja,” ujarnya.

Terkait dengan peran yang mengarahkan hal tersebut, Maria mengaku tidak mengingatnya. Termasuk hubungan PT SAM dengan PT WBS dalam proyek ini, Maria mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu soal itu, yang tahu itu hanya Pak Aryanto (Direktur PT SAM),” ucapnya.

PT SAM dalam proyek ini mendapat kontrak pengadaan benih jagung untuk varietas Bima 14; Bima 15; Bima 19; dan Bima 20. Nilai kontraknya mencapai Rp17,25 miliar.

Sebagai pihak penyedia, PT SAM mendapat dukungan dari CV Tani Tandur yang berdomisili di Kediri, Jawa Timur. Namun demikian, hal tersebut hanya bagian pemenuhan syarat administrasi sebagai penyedia barang karena CV Tani Tandur pada faktanya tidak terdaftar sebagai produsen benih jagung di Jawa Timur.


Halaman :

TAGS :

Komentar