Dua Ahli Hukum Sebut Kasus Zainal Tayeb Kasus Perdata

  • 22 Oktober 2021 18:00 WITA

Males Baca?

Sementara itu, Gede Made Suardana, Saksi Ahli hukum pidana lebih menegaskan soal unsur memberikan keterangan palsu ke dalam akta outentik. Kata dia, yang paling palinga awal adalah harus dicari tahu siapa orangnya yang membuat dan siapa yang menyuruh.

Lebih jelasnya, disampaikan saksi bahwa dalam pembuatan akta bilamana terjadi jual beli tentu melalui kesepakatan bersama. "Kenapa baru dimasalahkan jika sebelumnya disepakati. Prosesnya sebelumnya seperti apa, kenapa ada kesepakatan," tegasnya.

Lanjut Suardana, pihak notaris sebelum mengesahkan tentunya menanyakan bahwa draf yang dibuat apakah sudah dari kesepakatan atau persetujuan bersama. Jika tidak ada masalah, tentunya notaris tidak lagi menganggap ada persoalan.

"Lalu ketika dikemudian hari muncul ada kesalahan. Tentu jadi pertanyaan, kenapa saat sebelumnya mengatakan sudah sepakat dan menandatangani. Jika memang harus diperbaiki, ya tetap dibuatkan kesepakatan," jelas Suardana.

Seperti diketahui, terdakwa Zainal Tayeb diadili karena diduga melakukan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu di dalam akta otentik. Atas perbuatannya itu dia dijerat dengan Pasal 266 ayat (1) KUHP. (eli)


Halaman :

TAGS :

Komentar