Bertemu DPRD, KNPI Minta Pemuda Teluk Bintuni Dipekerjakan di BP Tangguh

  • 25 Oktober 2021 21:10 WITA
Ketua Komisi B Markus Maboro menerima dokumen aspirasi dari perwakilan Alumni P2TIM dan Pencaker Lokal Teluk Bintuni, Senin (25/10/2021)

Males Baca?

Sementara itu, Sekretaris KNPI Muklis Sampe menyampaikan, dari tahun ke tahun persoalan terkait tenaga kerja untuk pemuda setempat yang berada di tanahnya sendiri sangat sulit terselesaikan.

Muklis Sampe berharap kepada DPRD, Pemda dan dinas terkait untuk menutup ruang gerak tenaga kerja dari luar daerah Kabupaten Teluk Bintuni karena perusahaan tersebut ada di daerahnya.

"Kalau cuma kerja di BP Tangguh sebagai gali parit dan cleaning servise, untuk apa mereka mendatangkan pekerja dari luar Bintuni, padahal adik-adik kami mampu kalau cuma hanya bekerja seperti itu," tuturnya.

Perwakilan pencaker mengatakan bahwa ia dan teman-temannya akan mengeluh ke siapa lagi kalau tidak ke DPRD sebagai rumah aspirasi rakyat.

"Saya mewakili teman-teman hanya inggin menyampaikan kapan lagi kita kerja. Perusahaan gas terbesar di Indonesia berada di tanah kami, tetapi kami jadi penonton, terus kalau pihak dari BP Tangguh bilang belum ada perekrutan itu omong kosong, karena perekrutan dari BP Tangguh setiap hari ada dan kami mempunyai dokumentasinya," tuturnya.

Di tempat yang sama, Markus Maboro mengatakan pihaknya segera mengundang dinas terkait untuk diskusi dan meminta data dari pemuda setempat berapa yang sudah diterima bekerja dan berapa yang belum bekerja.

"Saya berharap adik-adik ini bisa masuk bekerja di BP Tangguh sehingga gaji mereka berputar di daerah. Karena kalau pekerja dari luar daerah Bintuni, uang berputar di daerah lain," ungkapnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar