Fisip Unud Terpilih Ikuti Kegiatan Pemantapan PIMNAS

  • 27 Oktober 2021 14:35 WITA

Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, DENPASAR - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (Fisip UNUD) lolos dan terpilih untuk mengikuti kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang digelar Unud.

PIMNAS merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa yang telah terlaksana dan melalui tahapan Penilaian Kegiatan Pelaksanaan PKM (PKP2) tahun 2021 secara daring.

Dalam PIMNAS, Fisipol membawa proposal dengan judul Pararem Gering Agung: Keterlibatan Unsur Sosio-Religius Sekala dan Niskala dalam Kebijakan Pencegahan Covid-19 di Provinsi Bali dengan anggota Tim Ni Putu Mirna Sari Nim 1812531009, Dewa Ayu Agung Intan Pinatih Nim 1812531004, I Kadek Juniarta Dosen Nim 1912531023 Pendamping Ni Wayan Supriliyani, S.Sos., M.AP untuk meningkatkan kemampuan Tim Fisip.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi memberikan pemantapan dalam presentasi kepada Tim Pimnas Fisip yang dilakasanakan pada, Kamis Tanggal 21 Oktober 2022 guna menambah kepercayaan diri dan kemampuan presentasi pada PIMNAS yang akan disleenggarakan pada 25-29 Oktober 2021 secara daring.

Perjalanan Pengabdian Fisip Unud 2021
Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, di samping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian.

Fisip salah satu fakultas di Universitas Udayana ikut serta melaksanakan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan : Memberikan Bantuan ke Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, Bali pada Rabu tanggal 20 Oktober 2021 yang diikuti oleh civitas akademika Fisip.

Desa Ban Karangasem adalah desa dengan 13 ribu KK yang terdampak gempa (16/10/2021) lalu. Di beberapa banjar, tercatat sedikitnya 1.000 rumah rusak, 300nya rusak berat, puluhan pura dan candi hancur, 4 sekolah yayasan rusak, 2 di antaranya rusak total.

Banyak yang bertanya kok gak ada kabarnya desa ini? Kok jarang masuk berita? Kok foto2nya gak banyak? 
Catatan dari perjalanan hari ini adalah tidak adanya sinyal seluler sama sekali di desa yang berada di lereng Gunung Agung hingga hampir menyentuh bibir pantai utara Bali Hal ini menyulitkan koordinasi dan informasi mitigasi maupun pasca bencana.


Halaman :

TAGS :

Komentar