Teguh Santosa Nilai Pencalonan Andika Perkasa sebagai Panglima TNI Tepat

  • 03 November 2021 20:40 WITA
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajukan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI ke DPR RI. Hal ini dikarenakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan segera memasuki masa pensiun dari dunia kemiliteran pada November 2021.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Teguh Santosa menilai pengajuan Jenderal Andika sangat tepat dan didasarkan pada UU. Sebab, dengan segudang pengalaman yang dimiliki Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu, institusi TNI akan lebih baik dan profesional kedepannya.

"Jadi, sudah sangat jelas bahwa, tidak ada kewajiban Presiden menunjuk calon Panglima TNI secara bergiliran, namun penjelasannya adalah dijabat secara bergantian, ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/11/2021).

Teguh Santosa yang juga merupakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) itu menyebutkan, pengusulan Jenderal Andika Perkasa kepada DPR RI sudah sesuai dengan aturan yang dijelaskan dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Ditambahkan Teguh lagi, dalam Pasal 13 UU Nomor 34 tahun 2004 itu, disebutkan bahwa, jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.


Halaman :

TAGS :

Komentar