KPK Jebloskan 'Tangan Kanan' Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola

  • 04 November 2021 21:20 WITA
Konpers penahanan tersangka Apit Firmansyah di Gedung Merah Putih KPK

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan pihak swasta bernama Apit Firmansyah. Apit Firmansyah merupakan tersangka kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di daerah Jambi pada 2016 sampai 2021.

Apit sendiri diketahui adalah tangan kanan alias orang kepercayaan mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola. Zumi Zola telah divonis bersalah oleh pengadilan atas kasus suapnya. Penetapan tersangka terhadap Apit merupakan pengembangan dari perkara Zumi Zola.

Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, KPK langsung menjebloskan Apit Firmansyah ke Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih. Apit Firmansyah bakal menjalani masa penahanan pertamanya untuk 20 hari kedepan.

"Untuk kepentingan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada tersangka AF selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 4 November 2021 sampai dengan 23 November 2021 di Rutan KPK gedung Merah Putih," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Setyo Budiyanto di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2021).

Guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan KPK, Apit Firmansyah akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari. "Dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di dalam lingkungan Rutan KPK," terangnya.

Setyo mengatakan, Apit merupakan orang kepercayaan Zumi sejak 2010. Dia selalu membantu Zumi untuk berkampanye dalam pencarian suara ke masyarakat. Kepercayaan Zumi ke Apit makin lama makin besar sampai akhirnya diminta mengurus pekerjaan, dan keperluan pribadinya.

Apit juga sering diperintah untuk menarik uang ke beberapa kontraktor proyek saat Zumi menjabat sebagai Gubernur Jambi. Penarikan duit ke kontraktor itu merupakan perintah Zumi. Total, ada Rp46 miliar yang berhasil dikumpulkan Apit untuk Zumi Zola

"Sebagian uangnya diberikan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi terkait uang ketok palu pembahasan RAPBD tahun 2017," imbuhnya.

Apit juga diduga kecipratan dari uang yang telah dikumpulkan itu. KPK mencatat Apit diberikan Rp6 miliar oleh Zumi untuk keperluan pribadinya. "Yang bersangkutan saat ini sudah melakukan pengembalian sejumlah Rp400 juta ke KPK," ucap Setyo. (ads)



TAGS :

Komentar