2 Terdakwa Korupsi Bansos Bandung Barat Divonis Bebas, KPK Pikirkan Upaya Hukum Lanjutan

  • 04 November 2021 21:40 WITA
Plt. Jubir KPK Ali Fikri

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Dua terdakwa perkara korupsi pengadaan paket bansos Covid-19 berupa sembako untuk wilayah Bandung Barat divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Keduanya yakni, Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan. Keduanya dinyatakan tidak terbukti bersalah.

Sekadar informasi, Andri Wibawa merupakan anak dari mantan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Aa Umbara sendiri yang sudah divonis bersalah dalam kasus ini. Sedangkan M Totoh Gunawan merupakan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan hakim. Lebih lanjut, sambung Ali, pihaknya bakal mempelajari lebih jauh salinan putusan majelis hakim sambil memikirkan untuk mengajukan upaya hukum lanjutan berupa kasasi

"Atas putusan tersebut, KPK tentu menghormatinya. Namun tim jaksa akan segera mempelajari putusan lengkapnya dan pikir-pikir untuk langkah hukum berikutnya," kata Ali Fikri melalui keterangan resminya, Kamis (4/11/2021).

Menurut Ali, terdapat beberapa pertimbangan hakim yang dinilai kurang tepat dalam menjatuhkan putusan terhadap Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan. Salah satunya, soal putusan Aa Umbara yang Pasal 55 atau turut serta terdakwa lainnya dalam melakukan perbuatan korupsinya terbukti.

"Di mana, dalam perkara dengan terdakwa Aa Umbara seluruh unsur terbukti termasuk Pasal 55 KUHP yaitu perbuatan turut sertanya bersama dengan para terdakwa yang lain tersebut," jelasnya. 

Tak hanya itu, ditekankan Ali, KPK juga berkeyakinan memiliki bukti permulaan yang cukup ketika menetapkan Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan sebagai tersangka. Apalagi, dalam fakta persidangan terungkap sejumlah perbuatan turut serta Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan dalam melakukan korupsi.

"Terlebih fakta hukum sidang yang telah jelas memperlihatkan peran dari kedua terdakwa tersebut. Termasuk unsur kerjasama antara terdakwa AW, MTG bersama-sama terdakwa Aa Umbara," terangnya.

Dipersidangan dan dalam pledoinya, kata Ali, terdakwa Andri Wibawa bahkan jugatelah mengakui dan menyesali perbuatannya. Selain itu, majelis hakim juga mempertimbangkan adanya pemberian fee sebesar 6 persen dari terdakwa M Totoh Gunawan kepada Aa Umbara. 

"Oleh karenanya, kami mengajak masyarakat bisa mengeksaminasi putusan ini sebagai pembelajaran sekaligus langkah korektif jika ditemukan adanya hal-hal yang kurang sesuai dalam konteks penegakkan hukum pemberantasan korupsi," pungkasnya. (ads)



TAGS :

Komentar