Presiden Jokowi Diminta Ambil Tindakan Tegas Terkait Aktivitas Tambang di Teluk Kelabat Dalam

  • 09 November 2021 18:10 WITA
Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI), Tjandra Setiadji SH MH

Males Baca?

Menurut salah satu perwakilan yang ikut bertemu dengan Gubernur Babel, selama ini para nelayan yang ada 12 desa setempat hidup tenteram karena ekonominya baik.

"Bahkan dulu sebulan mereka bisa memperoleh Rp10 juta karena harga ikan tinggi dan kualitasnya untuk komoditas ekspor. Sekarang mereka mengaku sulit," kata Andy yang juga sebagai Advokat.

Selain dianggap mempengaruhi kehidupan sosial di 12 desa terdampak pertambangan kata Andy, selama ini PT Timah Tbk tidak pernah melibatkan para nelayan dalam menyosialisasikan aktivitasnya, baik saat pengoperasian Ponton Isap Produksi (PIP) maupun dengan  KIP pada wilayah IUP (Izin Usaha Pertambangan).

"Nelayan setempat resah. Dengan adanya PIP saja mereka sudah kewalahan karena pendapatannya mengalami penurunan drastis. Mereka minta tolong agar KIP dihentikan sampai ditemukan jalan keluar," jelasnya.

"Nelayan setempat sudah mengupayakan apa yang diperintahkan dalam perda, namun seakan-akan dicemen (remeh). Mereka bekerja bukan untuk hari ini saja, tapi untuk masa depan nanti," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Erzaldi Rosman dengan cermat mendengarkan seluruh jeritan hati para nelayan di wilayah Teluk Kelabat Dalam. Dirinya mengaku terkejut atas pengakuan para nelayan yang menyebutkan tidak dilibatkan dalam sosialisasi pertambangan. 

Padahal, menurut Gubernur Erzaldi, dalam beberapa kesempatan PT Timah Tbk mengatakan telah melakukan kewajiban tersebut. Begitu pula banyaknya jumlah desa yang terdampak.


Halaman :

TAGS :

Komentar