Presiden Jokowi Diminta Ambil Tindakan Tegas Terkait Aktivitas Tambang di Teluk Kelabat Dalam

  • 09 November 2021 18:10 WITA
Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI), Tjandra Setiadji SH MH

Males Baca?

Untuk itu, dalam audiensi yang juga sengaja melibatkan para mahasiswa, Gubernur Erzaldi akan mengambil langkah-langkah sebagai upaya memperjuangkan suara para nelayan.

Gubernur akan berkoordinasi bersama Forkopimda Babel atas pengakuan para nelayan yang tidak dilibatkan dalam sosialisasi. Selain itu, ia akan meminta PT Timah Tbk untuk menahan diri dalam aktivitas pertambangan.

"Ada beberapa langkah yang akan saya lakukan. Pertama, malam ini (kemarin) saya akan koordinasi ke Forkopimda. Kami akan pertanyakan hal ini ke PT Timah Tbk kenapa bisa berbeda informasi ini. Kemudian, saya akan meminta PT Timah Tbk jangan masuk dulu kalau belum disosialisasikan, terutama kepada nelayan yang terdampak. Dan harus dipastikan sudah ada kesepakatan terkait kompensasi," ungkapnya.

Gubernur Erzaldi mengajak agar permasalahan yang dihadapi para nelayan ini dapat diatasi secara bersama-sama. Sinergi antara pemerintah daerah, para nelayan, dan juga para akademisi diperlukan untuk mengupayakan penghentian operasional sebagaimana tuntutan yang dilayangkan oleh nelayan. 

Ia akan mencoba melakukan komunikasi dengan kementerian terkait untuk mempertimbangkan kembali aktivitas PT Timah Tbk di Teluk Kelabat Dalam, apalagi dalam Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), disebutkan jika Teluk Kelabat Dalam merupakan kawasan zero tambang. 

Gubernur pun meminta kerja sama para nelayan untuk membantu dirinya dalam penyusunan kronologis dan dampak dari penambangan, sebelum dilayangkan ke kementerian.

"Saya tetap mendukung nelayan. Kita berusaha bersama-sama, dan kita akan upayakan menjelaskan ke kementerian apa-apa saja alasan yang menjadi tuntutan nelayan, untuk bahan mereka dalam merubah keputusan yang diharapkan nelayan. Kita berjuang bersama-sama," ujarnya. (ag/red)


Halaman :

TAGS :

Komentar