Masyarakat Adat Papua Pertanyakan Minimnya Warga Asli Papua Bekerja di Bandara DEO Sorong

  • 10 November 2021 20:00 WITA
Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay/ Papua Barat Mananwir Paul Finsen Mayor

Males Baca?


MCWNEWS.COM, SORONG - Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat menyoroti minimnya warga asli Papua yang menjadi pegawai di Bandara Dominne Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat.

Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay/ Papua Barat Mananwir Paul Finsen Mayor menilai, penampilan Bandara DEO Sorong yang sangat megah dan mewah harus juga membanggakan dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada Orang Asli Papua (OAP) untuk bisa bekerja di berbagai posisi jabatan yang ada di lingkungan Bandara Udara DEO Sorong. 
 

"Kami melihat setiap kali berangkat ke luar Sorong, seringkali Orang Asli Papua bekerja di Bandara DEO Sorong itu hanya sebatas porter (buruh jasa angkat barang) bandara saja," ucapnya, Rabu (10/11/2021).

Menurutnya, hal ini tentunya menyakiti hati orang Papua. Ia lantas bertanya kenapa anak-anak asli Papua tidak bisa direkrut oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI untuk bekerja sebagai pegawai di dalam Bandara DEO Sorong.

"Ini kan aneh sekali, apakah anak-anak asli Papua cuma mampu sebagai porter bandara? Banyak anak-anak Papua yang siap bekerja sebagai pegawai bandara Deo Sorong, hanya mereka tidak dikasih kesempatan," tegasnya.

Bahkan pekerjaan mudah seperti sebagai pegawai counter check-in di Bandara Deo Sorong sepintas tidak ada OAP yang bekerja di situ. 

"Padahal itu pekerjaan yang mudah sekali dilakukan atau dikerjakan, kenapa harus ambil dari luar Papua," ucapnya.


Halaman :

TAGS :

Komentar