Ini Penjelasan Cece Tarya Terkait Minimnya OAP Bekerja di Bandara DEO Sorong

  • 10 November 2021 21:10 WITA
Kepala Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Cece Tarya

Males Baca?

Hal tersebut dikarenakan dalam dua tahun ini Bandara DEO Sorong melakukan refocusing.

"Dua tahun ini di masa pandemi, kita juga ada terkena refocusing dalam rangka untuk penanganan pandemi Covid-19. Sehingga alokasi untuk belanja pegawai, khususnya tenaga honorer, ditarik anggarannya," jelasnya.

Mengenai minimnya OAP menjadi pegawai di lingkungan Bandara DEO Sorong, Cece menyatakan jika hal itu berdasarkan ketentuan yang berlaku, baik ketentuan dari pusat maupun kebijakan pemerintah daerah baik Pemprov, Pemkab dan Pemkot setempat.

Sampai saat ini kata Cece Tarya, pihaknya belum menerima adanya pembicaraan terkait pemberdayaan OAP yang bekerja di Bandara DEO Sorong.

"Artinya dalam hal ini perlu sama-sama kita pahami juga, bahwa untuk bekerja di bandara ini, sarat (penuh, red) dengan kompetensi, di mana yang dibuktikan dengan kepemilikan lisensi," tuturnya.

Ditambahkan, tahun ini kemungkinan ada rekrutmen yang dilaksanakan oleh Kemenpan RB untuk petugas keamanan bandara atau Avsec. 

Hanya saja, ia mengaku belum mengetahui apakah Bandara DEO Sorong mendapat bagian dalam proses rekrutmen tersebut atau tidak.

"Jadi barangkali itu yang bisa kami sampaikan, namun secara prinsip kami terimakasih sudah ada masukan, koreksi dengan upaya untuk pemberdayaan anak-anak Papua yang bisa lebih banyak berkontribusi dalam rangka pelayanan jasa di tempat kita," ucapnya.

"Kendati demikian, mari kita bangun budaya, satu cultur, yang kita bisa paham untuk pemenuhan persyaratan-persyaratan dalam bekerja baik di bandara, perusahaan pertambangan atau dimanapun. Kita bekali dulu anak-anak itu dengan kompetensinya, sertifikat-sertifikatnya sebagai bekal. Kalau sudah punya itu, ini berlaku di seluruh Indonesia," tegasnya. (ag/jci)


Halaman :

TAGS :

Komentar