KPK Periksa 4 PNS Mimika terkait Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi

  • 11 November 2021 14:50 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Mimika, hari ini. Keempat PNS yang bertugas sebagai Anggota Panitia Pengadaan Pembangunan Gereja Kingmi Tahap II tersebut yakni, Rinto Ishar Siahaan; Misgiono; Melianus Edoway; serta Yuricha Belo.

Keempat PNS tersebut bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika. Mereka diperiksa oleh penyidik KPK di Kantor Mapolres Mimika.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Resor Mimika," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (11/11/2021).

Sekadar informasi, KPK sudah lama mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.
Sejalan dengan proses penyidikan tersebut, KPK sebenarnya sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim MCWNEWS.COM, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam proses penyidikan perkara ini. 

Ketiga tersangka tersebut yakni, seorang kepala daerah di Papua, seorang pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor. Ali Fikri tidak membantah ihwal sudah adanya tersangka dalam perkara ini.

Kendati demikian, Ali masih enggan membeberkan siapa saja tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan gereja di Mimika, Papua tersebut. Sebab, kata Ali, itu menjadi kebijakan baru pimpinan KPK saat ini.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," beber Ali. (ads)



TAGS :

Komentar