Soal Rekrutmen Guru Honorer, Bupati Teluk Bintuni Minta Masyarakat Tak Lakukan Demo

  • 12 November 2021 20:15 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Dalam sepekan telah terjadi dua kali aksi demo di Bintuni. Demo tersebut terkait persoalan rekrutmen tenaga guru honorer dan tuntutan masyarakat Adat Sebyar. Aksi demo mendapat tanggapan dari Kepala daerah Kabupaten Teluk Bintuni.

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw 
dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, persoalan rekrutmen tenaga guru honorer seharusnya diberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada Kepala Dinas Pendidikan bersama jajarannya untuk melakukan pembenahan secara internal.

Bukan dengan cara melakukan aksi demo damai dengan melibatkan banyak orang yang menimbulkan kerumunan tanpa memikirkan dampak resiko ditengah pandemi Covid-19.

"Untuk permasalahan guru itu diselesaikan dengan mekanisme kedinasan, selanjutnya laporannya di serahkan ke saya (Bupati) sebelum diputuskan agar tidak terjadi pro dan kontra," ucap Bupati, Jumat (12/11/2021).

Terkait persoalan penyelesaian tuntutan adat masyarakat suku Sebyar kepada pihak BP Tangguh dan pemerintah pusat sebanyak Rp32,4 miliar, Bupati Petus Kasihiw menjelaskan Pemda Teluk Bintuni sedang dalam tahapan proses penyiapan regulasi sebagai payung hukum realisasi pembayarannya.

“Karena akan dibayar bedasarkan amanat UU Otsus, maka masih dikonsultasikan dengan Gubernur Papua Barat. Untuk itu saya berharap masyarakat Sebiyar agar bersabar,” pesan Bupati.

Ditambahkan Bupati Kasihiw bahwa demo tidak akan menyelesaikan masalah. Sehingga lebih baik tokoh-tokoh masyarakat adat bertemu dengannya (Bupati) dalam rangka menjelaskan proses yang sedang dilakukan bersama gubernur terkait progres untuk menjawab Rp32,4 miliar itu.



TAGS :

Komentar