KPK Duga Ada Penyimpangan Kontrak Pekerjaan Pembangunan Gereja Kingmi di Papua

  • 17 November 2021 10:36 WITA
Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terdapat ketidaksesuaian dan penyimpangan dalam isi kontrak pekerjaan pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK kemudian mengonfirmasi dugaan penyimpangan tersebut ke sejumlah saksi. 

Sejumlah saksi yang dikonfirmasi yakni, Manager PT KPPN, Feriadi; Kepala Cabang PT Satria Creasindo Prima, Gustaf U Patandianan; mantan PPTK Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap I dan II, Melkisedek Snae; serta Kepala Bagian LPSE Mimika, Bambang Widjaksono.

Penyidik mengonfirmasi dugaan penyimpangan isi kontrak pekerjaan pembangunan Gereja ke sejumlah saksi tersebut pada Senin (15/11/2021), di Mapolres Mimika, Papua. Selain mengonfirmasi dugaan penyimpangan, penyidik juga mendalami proses tender pembangunan Gereja Kingmi.

"Para saksi hadir dan di dalami pengetahuannya antara lain terkait proses dilaksanakannya tender hingga pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 oleh pihak pelaksana yang diduga ada ketidaksesuaian dengan isi kontrak pekerjaan," kata Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding melalui pesan singkatnya, Selasa (16/11/2021).

Sekadar informasi, KPK sudah lama mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. KPK sudah masuk proses penyidikan dalam pengusutan perkara tersebut.


Halaman :

TAGS :

Komentar