KPK Ungkap Keterlibatan Adik Kandung Nurdin Abdullah di Kasus Suap dan Gratifikasi

  • 17 November 2021 11:11 WITA
Sidang Tuntutan Nurdin Abdullah Ungkap Keterlibatan Karaeng Nwang

Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap keterlibatan Adik Kandung Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, Karaeng Nawang dalam perkara suap dan gratifikasi. Nawang diduga terlibat dalam pengumpulan uang suap dan gratifikasi Nurdin Abdullah.

Keterlibatan Nawang terungkap dalam surat tuntutan Nurdin Abdullah yang dibacakan oleh tim jaksa KPK pada Selasa (16/11/2021), kemarin. Dalam surat tuntutan Nurdin Abdullah, Nawang disebut berperan sebagai pengumpul uang suap dan gratifikasi dari pengusaha yang ingin mendapatkan proyek pekerjaan di Sulsel.

Salah satu uang suap yang pernah ditampung oleh Karaeng Nawang berasal dari pemilik PT Agung Perdana Bulukumba dan PT Cahaya Sepang Bulukumba, Agung Sucipto. Karaeng Nawang pernah menerima uang sebesar Rp4 miliar secara berkala dari Agung dalam rangka mendukung Nurdin Abdullah menjadi Gubernur Sulsel pada 2018.

"Bahwa benar sekitar tahun 2018 saat terdakwa (Nurdin Abdullah) mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Selatan, saksi Agung Sucipto pernah memberikan uang guna mendukung kegiatan kampanye terdakwa sekitar kurang lebih Rp4 miliar," ujar jaksa mengutip surat tuntutan Nurdin Abdullah, Selasa (16/11/2021).

"Dengan perincian sekitar Rp1 miliar untuk sewa mobil dalam rangka membantu operasional kampanye dan Rp3 miliar untuk membantu baju kaos, baliho, bantuan di posko-posko dalam rangka membantu operasional kampanye. Uang tersebut diberikan secara berkala melalui Karaeng Nawang (Adik kandung Gubernur Sulsel)," imbuhnya.

Dalam surat tuntutannya, jaksa juga membeberkan fakta hukum yang terungkap selama di persidangan Nurdin Abdullah soal keterlibatan Karaeng Nawang. Salah satunya, soal kesaksian Agung Sucipto yang menyebut bahwa Karaeng Nawang kerap menerima uang darinya atas perintah Nurdin Abdullah.


Halaman :

TAGS :

Komentar