Lepas 19 orang Alumni P2TIM-TB, Ini Pesan Bupati Teluk Bintuni

  • 17 November 2021 12:05 WITA

Males Baca?


MCWNEWS.COM, BINTUNI - Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw melepas 19 orang Alumni P2TIM-TB  dalam rangka keberangkatan kontrak kerja di Brunei Darussalam. Pelepasan berlangsung di sekolah P2TIM Beimes, Distrik Bintuni Timur, Selasa (16/11/2021).

"Apresiasi ini patut kita berikan kepada lulusan P2TIM-TB dan kita harus kasih tahu kepada masyarakat, kenapa kita selalu menerima tenaga kerja dari luar saja dan kenapa tidak ada yang diterima di daerah kita sendiri," kata Bupati.

Selama ini anak-anak tersebut bekerja di perusahan tetapi kebanyakan sifatnya menjadi tenaga kerja kasar seperti cleaning servis dan yang lain lain itu dikarenakan belum mampu menguasai teknologi serta menguasai pengetahuan keterampilan.

Karena itu lanjutnya, P2TIM-TB ini dibangun dan sudah menghasilkan 8 angkatan hampir 800 siap pakai. P2TIM-TB dibentuk untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang konstruksi bangunan, memasang scavolding dan lain-lain.

"Intinya untuk kerja di lepas pantai supaya kita semua paham masyarakat kita tidak bertanya-tanya lagi. Kami patut bangga karena anak anak kami bisa di terima sampai ke luar negeri dan ini merupakan tantangan bagi kita supaya anak-anak yang di kawasan Industri Migas itu harus juga siap masuk ke sana untuk mengukuti jejak rekan rekan yang lain," ujar Bupati.

Direktur P2TIM-TB Hendra Pribadi mengatakan, pemberangkatan ini adalah memberi kesempatan kepada para lulusan untuk membuktikan hasil pelatihan telah berhasil.

Selain itu juga meyakinkan para perusahaan lain di Indonesia, di luar Papua untuk bisa memberikan kesempatan kepada anak didik.

"Di tengah pandemi Covid-19, pada perusahaan yang saat itu justru mengalami kesulitan untuk mempekerjakan lulusan kita dan hari ini kita menjawab tantangan baru, di mana lulusan P2TIM mampu untuk bekerja di dunia luat bukan hanya di Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, perjalanan menuju keberhasilan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja dan semua butuh proses serta butuh waktu. Perhatian dari pemerintah daerah baik dari Provinsi Papua Barat ataupun Kabupaten Teluk Bintuni juga besar.

Ditambahkan, untuk menghadirkan sebuah program pengembangan SDM, Kabupaten Teluk Bintuni yang diakreditasi secara nasional ataupun internasional tidak sedikit dana yang diinvestasikan oleh pemerintah daerah untuk membangun SDM di Papua Barat khususnya Kabupaten Teluk Bintuni.

"Hal ini bisa membuktikan kepada Indonesia ataupun dunia bahwa orang Papua juga bisa bekerja, bisa berkarya dan juga bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari waktu ke waktu," tuturnya.

Sementara itu Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba menyampaikan merasa bangga dengan anak-anak ini bisa bekerja di Brunei Darussalam. Ia juga berpesan agar mereka menjaga nama baik Kabupaten Teluk Bintuni.

"Saya juga berharap P2TIM tetap berlanjut agar bisa mendidik anak-anak kita 7  suku menjadi anak-anak Papua yang mampu bersaing di dunia perushaan, agar daerah ini semakin berkembang dan anak-anak kita bisa tidak menjadi penonton, karena SDM sudah disiapkan dari sekarang," harap Pimpinan DPRD Kabupaten Teluk Bintuni.

Adapun nama-nama yang akan mewakili Petro Tekno untuk berangkat ke Brunai Darusalam yakni Andi, Arnol O. C. Wanma, Axel G. Kirihio,Erwan Hidayat -bintuni, Fernando R. P. Larwuy, Jeri Tandi Payung, Jonand Mambay, Kardianto, Khoirul Ma'ruf, Marthen Stenli Way, Muh Yusuf Amin, Muhammad Husain Manaray, Patric J. Hehamahwa, Saddam Husein Malawat, Samuel Lapu, Usman Kabestubun,William F. Wamburye, Yulius Kindewara dan Zulkifli Bin Abdullah. (hs)



TAGS :

Komentar